Kompas TV nasional berita kompas tv

Alasan Sakit, Sidang PK Buronan Kasus Bank Bali Joko Tjandra Lagi-Lagi Ditunda

Selasa, 7 Juli 2020 | 14:11 WIB

KOMPAS.TV - Nama Djoko Tjandra kembali muncul setelah lama buron.

Diketahui, ia mendaftar untuk peninjauan kembali kasusnya.

Sidang Peninjauan Kembali (PK) atas kasusnya yang dianggap merugikan negara dalam hak tagih atau cessie Bank Bali digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan digelar pada Senin kemarin (6/7/2020).

Namun ternyata sidang PK tersebut harus ditunda karena Djoko lagi-lagi tak hadir dengan alasan sakit yang disertakan dengan surat sakit yang dilampirkan dari klinik di Malaysia.

Ketidakhadiran ini merupakan kali kedua Djoko sebagai pemohon PK.

Djoko Tjandra jadi buronan dalam kasus Cessie atau Hak Tagih Bank Bali sejak 2008 dan divonis Mahkamah Agung 2 tahun penjara serta wajib mengembalikan lebih dari 500 miliar rupiah ke negara.

Awalnya Djoko Tjandra dikenal dengan julukan Joker setelah rekaman pembicaraan antara Mantan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kemas Yahya Rahman dengan Artalita Suryani, terdakwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengenai suap kasus bantuan likuiditas Bank Indonesia pada Juni 2008. Pembicaraan yang disadap oleh KPK antara keduanya dibuka di sidang pada 2008 menyebut kata Joker.

Joker kemudian dijelaskan Kemas sebagai Djoko Tjandra.

Senin kemarin (7/7/2020), di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Sidang Peninjauan Kembali kasus Djoko sebagai buronan Kejaksaan Agung dibuka hakim untuk ditunda.

Banyak yang terkelabui dengan keberadaan Djoko. Mulai dari membuat KTP elektronik, di kelurahan Grogol Selatan hingga mendaftar untuk pengajuan PK 

Keberadaan sang Joker kini masih dicari Kejaksaan setelah pada 2008 hingga sekarang menghilang meski sudah pernah menjadi buronan Interpol.

Kuasa Hukum Joker yang memiliki surat keterangan sakit Joker, Andi mengaku tak mengetahui posisi dimana kliennya berada. Dia pun membantah jika dituduh menyembunyikan Joker sebagaimana dilaporkan oleh Tim Advokasi Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI).
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:39
SEORANG PASIEN POSITIF KORONA TEWAS SETELAH MELONCAT DARI LANTAI 12 DI RS ROYAL PRIMA MEDAN, SUMUT   MENTERI BUMN ERICK THOHIR ANGKAT WAHYU SUPARYONO GANTIKAN SONNY WIDJAJA SEBAGAI DIRUT ASABRI   BKN PASTIKAN PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS UJIAN DI WILAYAH MASING-MASING GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   ANGGOTA POLSEK BANDARA SUPADIO PONTIANAK DIPERIKSA MABES POLRI DAN PROPAM POLDA KALBAR TERKAIT DJOKO TJANDRA   POLRI: SIDANG ETIK BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DIGELAR SETELAH PERKARA PIDANANYA INKRAH   BPOM MINTA MASYARAKAT WASPADAI OBAT YANG DIKLAIM DAPAT SEMBUHKAN KORONA   PEMERINTAH BENTUK PROGRAM UNTUK KAMPANYEKAN PENGGUNAAN MASKER DI TENGAH PANDEMI   TERIMA 1.346 ADUAN TERKAIT BANSOS, OMBUDSMAN SARANKAN PEMERINTAH PERBAIKI DATA   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PEMERINTAH FOKUS JAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 6.912 POSITIF, 4.220 SEMBUH, 216 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 9.987 POSITIF, 6.935 SEMBUH, 329 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 10.036 POSITIF, 6.135 SEMBUH, 680 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 23.380 POSITIF, 14.760 SEMBUH, 888 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 23.829 POSITIF, 16.267 SEMBUH, 1.799 MENINGGAL DUNIA