Kompas TV regional berita daerah

Miris! Hiu Tutul Terdampar, Dipotong-potong oleh Warga

Selasa, 7 Juli 2020 | 10:45 WIB

JEMBER, KOMPAS.TV – Warga di Kabupaten Jember Jawa Timur dihebohkan dengan kemunculan 3 ekor hiu tutul di pantai selatan. Namun yang paling menghebohkan, satwa dilindungi tersebut justru diperebutkan dan dipotong-potong untuk dikonsumsi.

Peristiwa tersebut sempat direkam warga dan viral di media sosial. Dalam rekaman video tersebut, terlihat sejumlah warga memotong seekor hiu tutul, yang terdampar di pesisir pantai selatan, tepatnya di Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Kabupaten Jember.

Warga nampak berebut memotong hiu tutul tersebut, lalu dagingnya dikumpulkan. Daging tersebut akan dikonsumsi sendiri atau dijual ke orang lain.

Kabid Sumber Daya Dinas Perikanan Jember, Ramhatullah Hadi membenarkan peristiwa tersebut terjadi di Kecamatan Gumukmas Kabupaten Jember.  

Video pemotongan hiu tutul terjadi pada Minggu (5/7). Hiu tutul malang tersebut awalnya terdampar dan tersangkut jaring nelayan. Sebelumnya ada 3 ekor hiu tutul yang terdampar, namun 2 ekor hiut tutul lainnya berhasil diiring kembali ke tengah laut.

Banyak orang prihatin dengan aksi tersebut, karena hiu tutul tergolong langka dan masuk dalam status konservasi satwa dilindungi.

Kepala BKSDA Jember, Setyo Utomo berencana mensosialisasikan apa-apa saja satwa dilindungi yang ada di laut ke masyarakat pesisir pantai selatan. Sosialisasi untuk mengedukasi masyarakat agar tidak memburu dan mengonsumsi satwa dilindungi, termasuk hiu tutul.  

Fenomena kemunculan hiu tutul ke permukaan laut terjadi karena adanya perubahan suhu air laut. Banyak hiu tutul migrasi ke tempat yang lebih hangat untuk mencari makanan. Namun terkadang hiu tutul justru tersangkut jaring nelayan atau bahkan terdampar.

 

#HiuTutul #SatwaDilindungi #PantaiSelatan #Jember

Editor : KompasTV Jember



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:38
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA