Kompas TV internasional kompas dunia

Terkait Penyebaran Virus Corona, China Akan Tutup Pasar Unggas Hidup

Sabtu, 4 Juli 2020 | 19:13 WIB

CHINA, KOMPAS.TV - Otoritas China akan menghapus perdagangan unggas hidup di masa depan.

Ini dilakukan setelah Pasar Grosir Xifandi menjadi sumber klaster baru virus corona di china.

Penutupan pasar unggas hidup di China akan dilakukan secara bertahap.

Hal ini dimungkinkan karena negara itu memiliki undang-undang, yang melarang konsumsi dan perdagangan satwa liar, setelah wabah virus corona dikaitkan dengan pasar di pusat Kota Wuhan, yang menjual hewan liar untuk makanan.

Pemerintah akan menindak keras perdagangan ilegal dan konsumsi hewan liar.

Selain itu, pembatasan perdagangan dan pemotongan unggas hidup akan dilakukan secara terpusat.

Nantinya pemerintah China juga akan meningkatkan pengawasan terhadap pasar-pasar di negara ini.

Setelah dinyatakan bebas dari virus corona, muncul kasus baru yang terjadi di Pasar Grosir Xifandi, Beijing, pada Juni lalu.

Kasus baru ini menginfeksi lebih dari 300 orang dalam beberapa hari.

Pemerintah akhirnya melakukan karantina terbatas dan menggelar pengujian skala besar terhadap warga di sekitar pasar ini.

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:07
STAF KHUSUS KETUA DEWAN PENGARAH BPIP ROMO BENNY SUSETYO MINTA MASYARAKAT LAPOR JIKA TEMUKAN GERAKAN KOMUNISME    PEMKOT DENPASAR, BALI, KESULITAN CARI HOTEL TEMPAT KARANTINA PASIEN COVID-19   SATPOL PP BANDUNG, JAWA BARAT, KUMPULKAN DENDA RP 47 JUTA DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN    WAKIL BUPATI KUBU RAYA, KALBAR, SUJIWO, UMUMKAN DIRINYA TERINFEKSI COVID-19   SOAL IZIN UMRAH, KEMENAG SEBUT PIHAKNYA MASIH MENUNGGU DAN BERKOORDINASI DENGAN PIHAK PERWAKILAN DI KJRI JEDDAH    DITJEN KEMENAG: BELUM ADA KEPASTIAN TERKAIT IZIN KEBERANGKATAN JEMAAH UMRAH INDONESIA   WAGUB DKI SEBUT MOBILITAS WARGA TURUN SELAMA PENERAPAN PSBB   WAGUB DKI SEBUT RUMAH PASIEN COVID-19 YANG JALANI ISOLASI MANDIRI HARUS DIBERI TANDA AGAR PETUGAS DAN MASYARAKAT TAHU   GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM MENILAI PEMBERIAN SANKSI SOSIAL BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN TIDAK EFEKTIF   PEMKAB TASIKMALAYA, JAWA BARAT, UNGKAP 86 ORANG TERKONFIRMASI COVID-19 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN   BUPATI CIREBON IMRON ROSYADI TERBITKAN SURAT EDARAN PENIADAAN TRADISI MAULUDAN AKIBAT PANDEMI COVID-19   KOORDINATOR OPERASIONAL RSD WISMA ATLET: PERSENTASE KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 MENINGKAT DARI 71 MENJADI 75 PERSEN   PEMKOT SERANG, BANTEN, SIAPKAN 5 RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 SETELAH KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT   LIPI: PILKADA SAAT PANDEMI BUKANLAH SIKAP BIJAK DARI PEMERINTAHAN DEMOKRATIS YANG TERBENTUK ATAS KEHENDAK RAKYAT