Kompas TV bisnis kompas bisnis

Ini Alasan KPPU Kenapa Grab Didenda Rp 30 Miliar

Jumat, 3 Juli 2020 | 21:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Start up transportasi online, Grab didenda tiga puluh miliar rupiah, oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha. 

Grab disebut melakukan diskrimnasi kepada mitra pengemudinya.

Start-up angkutan online, Grab, tergulung kasus praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, bagi mitra pengemudinya.

Kasus ini melibatkan PT Solusi Transportasi Indonesia, perusahaan jasa sewa angkutan khusus yang menyediakan aplikasi Grab App di Jabodetabek, Makassar, Medan dan Surabaya.

Dalam menjalankan usaha, komisi pengawas persaingan usaha menyebut ada praktik diskriminasi kepada mitra individu dibandingkan dengan Mitra TPI, seperti pemberian order prioritas, masa suspend dan fasilitas lainnya.

Total denda yang harus dibayarkan Grab sebesar 30 miliar rupiah dan 4 miliar rupiah bagi TPI.

Menanggapi putusan KPPU, Grab berencana mengajukan banding.

Grab bersikukuh tidak memberikan perlakukan istimewa kepada mitra pengemudi yang terdaftar di TPI.

Untuk memahami lebih dalam, kita tanyakan langsung kepada Deswin Nur, kepala biro hubungan masyarakat dan kerja sama, komisi pengawas persaingan usaha, melalui sambungan Skype.

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:18
BMKG IMBAU WARGA JAUHI ZONA MERAH ERUPSI GUNUNG SINABUNG, KABUPATEN KARO, SUMUT   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: RANCANGAN PERPRES PELIBATAN TNI ATASI TERORISME SUDAH DISAMPAIKAN KE MENKUMHAM DAN DPR   STASIUN GEOFISIKA WAINGAPU, SUMBA TIMUR, SEBUT GEMPA BERMAGNITUDO 5,0 DI SUMBA BARAT DAYA TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI   GEMPA BERMAGNITUDO 5,0 GUNCANG SUMBA BARAT DAYA, NUSA TENGGARA TIMUR, PADA SABTU MALAM   PRABOWO SUBIANTO KEMBALI TUNJUK AHMAD MUZANI SEBAGAI SEKJEN PARTAI GERINDRA PERIODE 2020-2025   MENKO PEREKONOMIAN AIRLANGGA HARTARTO: UMKM DIPRIORITASKAN DALAM UPAYA PEMULIHAN EKONOMI NASIONAL SAAT PANDEMI   BUPATI BUTON LA BAKRY TERKONFIRMASI POSITIF KORONA DAN TELAH MENJALANI KARANTINA MANDIRI   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD: BANYAK DOKTER MENINGGAL DUNIA DISEBABKAN KELELAHAN DAN STRES SAAT TANGANI PASIEN KORONA   PANDEMI KORONA, PEMPROV DKI MENYATAKAN MASIH KAJI PERLOMBAAN YANG BOLEH DIADAKAN SAAT 17 AGUSTUS   PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG, JATIM, MENYATAKAN BELUM BUKA AKSES BAGI PEZIARAH UNTUK MEMASUKI KAWASAN MAKAM GUS DUR   PEMERINTAH AKAN BERIKAN BINTANG JASA 22 TENAGA MEDIS YANG MENINGGAL DUNIA SAAT RAWAT PASIEN KORONA   KSAD JENDERAL TNI ANDIKA PERKASA DITUNJUK SEBAGAI WAKIL KETUA KOMITE PELAKSANA PENANGANAN COVID-19   MENKO POLHUKAM MAHFUD MD SEBUT KETERLIBATAN TNI DAN POLRI DALAM PENANGANAN COVID-19 SANGAT DIPERLUKAN   HINGGA 8 AGUSTUS 2020, KASUS POSITIF KORONA DI SECAPA AD BERKURANG DARI 1.308 MENJADI 71 ORANG