Kompas TV regional berita daerah

PPDB Dianggap Tidak Adil! Orang Tua Murid Unjuk Rasa

Jumat, 3 Juli 2020 | 15:53 WIB

 

Ilustrasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Jawa Barat 2020 (Sumber: https://ppdb.disdik.jabarprov.go.id/)

 

BANDUNG, KOMPAS TV - Sistem penerimaan peserta didik baru di kota depok jawa barat, dinilai tidak adil. Ratusan orangtua murid yang anaknya ditolak dalam sistem ppdb , melakukan aksi unjuk rasa di depan kantor balaikota depok jawa barat.

Orangtua murid yang ditolak pada saat proses pendaftaran sekolah melalui sistem PPDB  para orangtua murid  ini berasal dari  berbagai wilayah di kota depok, mereka melakukan aksi ini sebagai bentuk protes  karena pemerintah kota depok dianggap tidak adil, serta tidak memberikan solusi bagi siswa yang ditolak.

Dalam aksinya ini mereka membawa spanduk,  bendera dan atribut lainnya untuk menyampaikan aspirasinya kepada pemkot depok. Agar memberikan dan membantu kepada orangtua siswa untuk mencarikan solusi agar anaknya tetap bisa sekolah.

Massa orangtua ini juga termasuk dalam kategori kurang mampu, namun demikian anak mereka masuk dalam kategori siswa berpestasi.

Para orangtua khawatir anak mereka tidak bisa sekolah lantaran sejak adanya pembukaan pendaftraan siswa baru dalam sistem ppdb. Mereka selalu ditolak lantaran dinilai tidak mampu untuk melakukan administrasi di tiap sekolah negeri yang ada di kota depok.

Para orangtua murid yang anaknya ditolak ini berharap, agar anaknya dapat diterima di sekolah negeri. Karena  tidak mempunyai biaya untuk mendaftar di sekolah swasta.

Untuklebihtahuberitater-update seputarJawa Barat, bisaklink link di bawah .

IG :https://www.instagram.com/kompastvjabar/

Youtube :https://www.youtube.com/c/kompastvjawabarat/

Twitter :https://www.twitter.com/kompastv_jabar/

Facebook :https://www.Facebook.com/kompastvjabar/

 

Editor : KompasTV Bandung



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:51
SEORANG PASIEN POSITIF KORONA TEWAS SETELAH MELONCAT DARI LANTAI 12 DI RS ROYAL PRIMA MEDAN, SUMUT   MENTERI BUMN ERICK THOHIR ANGKAT WAHYU SUPARYONO GANTIKAN SONNY WIDJAJA SEBAGAI DIRUT ASABRI   BKN PASTIKAN PESERTA SELEKSI KOMPETENSI BIDANG CPNS UJIAN DI WILAYAH MASING-MASING GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   ANGGOTA POLSEK BANDARA SUPADIO PONTIANAK DIPERIKSA MABES POLRI DAN PROPAM POLDA KALBAR TERKAIT DJOKO TJANDRA   POLRI: SIDANG ETIK BRIGJEN PRASETIJO UTOMO DIGELAR SETELAH PERKARA PIDANANYA INKRAH   BPOM MINTA MASYARAKAT WASPADAI OBAT YANG DIKLAIM DAPAT SEMBUHKAN KORONA   PEMERINTAH BENTUK PROGRAM UNTUK KAMPANYEKAN PENGGUNAAN MASKER DI TENGAH PANDEMI   TERIMA 1.346 ADUAN TERKAIT BANSOS, OMBUDSMAN SARANKAN PEMERINTAH PERBAIKI DATA   WAPRES MA'RUF AMIN SEBUT PEMERINTAH FOKUS JAGA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI TENGAH PANDEMI   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 6.912 POSITIF, 4.220 SEMBUH, 216 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 9.987 POSITIF, 6.935 SEMBUH, 329 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 10.036 POSITIF, 6.135 SEMBUH, 680 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 23.380 POSITIF, 14.760 SEMBUH, 888 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 5 AGUSTUS 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 23.829 POSITIF, 16.267 SEMBUH, 1.799 MENINGGAL DUNIA