Kompas TV bisnis kebijakan

Lempar "Kode" Pengawasan Bank dari OJK ke Bank Indonesia

Jumat, 3 Juli 2020 | 11:53 WIB

KOMPAS.TV - Isu dikembalikannya pengawasan perbankan dari OJK ke BI tiba-tiba muncul.

Berdasarkan informasi dari reuters, Presiden Joko Widodo sedang mempertimbangkan mengeluarkan dekrit darurat untuk mengembalikan regulasi perbankan dari OJK ke bank sentral alias Bank Indonesia.

Kita ke OJK dulu.

Jadi kalau OJK itu tugasnya mengatur dan mengawasi lembaga perbankan, lembaga non-bank seperti asuransi, dana pensiun, multifinance, dan juga pasar modal.

Model ini sebenarnya mengikuti sistem regulasi jasa keuangan di Inggris.

Sebelumnya industri perbankan ini ada di BI, dan baru dipindah ke OJK di akhir 2013.

Lalu apa tugas BI?

Jadi kalau dilihat secara umum, benang merah perbedaan BI dan OJK terutama di perbankan, BI mengatur secara makro yang akan berdampak langsung dan ga langsung terhadap kestabilan moneter.

sementara OJK mengatur perbankan secara langsung yang dampaknya langsung ke perbankan atau secara mikro.

Sinyal pengembalian otoritas ke perbankan ini menurut DPR juga sudah diajukan untuk masuk program legislasi nasional, prolegnas.

Bahkan sudah disetujui badan legislasi DPR kemarin.

Di informasi awal, isu pengembalian fungsi ini karena presiden ga puas dengan kerja ojk sepanjang pandemic, berarti bicara soal restrukturisasi.

Apabila restrukturisasi kredit dilakukan dengan cara pemberian tambahan kredit, tujuan dan penggunaan tambahan kredit tersebut harus jelas.

Penulis : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:38
PEMPROV DAN DPRD JABAR MENYETUJUI 3 CALON DAERAH PERSIAPAN OTONOM BARU UNTUK DIAJUKAN KE PEMERINTAH PUSAT   BAWASLU AKAN AWASI PROSES PEMILIHAN PILKADA 2020 UNTUK PASIEN KORONA   BAWASLU: ADA 2.126 PELANGGARAN PROTOKOL KESEHATAN DALAM 2 BULAN TERAKHIR MASA KAMPANYE PILKADA 2020   BAWASLU: DALAM 60 HARI, ADA 91.640 KEGIATAN KAMPANYE TATAP MUKA   POLRI KIRIM 3.100 PERSONEL BRIMOB NUSANTARA KE 8 WILAYAH UNTUK AMANKAN PILKADA 2020   MENDAGRI TITO KARNAVIAN MINTA TNI DAN POLRI KERJA SAMA DALAM PENGAMANAN PILKADA 2020   KEMENTERIAN ESDM MENYATAKAN TARIF LISTRIK UNTUK JANUARI-MARET 2021 TIDAK NAIK   KEMENAG: TAMBAHAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH RP 889 M UNTUK MADRASAH CAIR SEBELUM 20 DESEMBER 2020   PENGAMBILAN RAPOR MURID MAN 22 PALMERAH, JAKARTA, TERTUNDA LANTARAN 30 KARYAWAN DAN GURU POSITIF KORONA   PRESIDEN JOKOWI: INDONESIA MERUPAKAN PRODUSEN KOPI TERBESAR KEEMPAT DI DUNIA SETELAH BRASIL, VIETNAM, DAN KOLOMBIA   PRESIDEN JOKOWI MELEPAS EKSPOR PRODUK RI KE PASAR GLOBAL SENILAI RP 23,7 TRILIUN   PRESIDEN JOKOWI: MASIH BANYAK POTENSI PASAR EKSPOR YANG BELUM TERGARAP   PRESIDEN JOKOWI AKUI EKSPOR INDONESIA MASIH TERTINGGAL DARI VIETNAM   PRESIDEN JOKOWI: INDONESIA TERTINGGAL DARI NEGARA LAIN DALAM MENANGKAP PELUANG EKSPOR BAHAN & PRODUKSI DALAM NEGERI