HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ini Profil Muhammad Nasir, Anggota DPR yang Usir Dirut Inalum

Rabu, 1 Juli 2020 | 16:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketegangan terjadi di dalam ruang rapat DPR saat Komisi VII RDP dengan BUMN Tambang, Selasa (30/6/2020).

Anggota Komisi VII Muhammad Nasir, terlibat perdebatan dengan Direktur Utama Inalum Orias Petrus Moedak.

M. Nasir mencecar Orias dengan pertanyaan seputar penerbitan utang holding BUMN Tambang, untuk membayar utang yang akan segera jatuh tempo (refinancing).

Saat rapat berjalan, Nasir meminta Orias untuk keluar dari ruangan jika tidak bisa menunjukkan data kepada legislatif terkait kebijakan utang tersebut.

"Makanya saya minta data detailnya mana? Kalau bapak sekali lagi gini saya suruh bapak keluar ruangan ini," kata dia.

Orias pun langsung mengamini pernyataan tersebut.

"Kalau bapak suruh keluar, izin pimpinan, saya keluar," kata Orias.

Lalu siapa Muhammad Nasir?

Dikutip dari laman resmi DPR, Nasir merupakan politikus Partai Demokrat. Dia melenggang ke Senayan setelah sukses meraup cukup suara dari Dapil Riau II yang meliputi Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Indragiri Hulu, Kuantan Singingi dan Pelalawan.

Di DPR, Nasir duduk di Komisi VII yang membidangi sektor energi dan sumber daya mineral, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup.

Nasir merupakan merupakan saudara kandung dari Muhammad Nazarudin, mantan Bendahara Partai Demokrat yang jadi terpidana kasus korupsi Wisma Atlet Hambalang yang melibatkan perusahaannya, PT Anugerah Nusantara yang merupakan anak usaha dari Grup Permai.

Baca Juga: Video Saat Anggota DPR Cecar dan Usir Dirut Inalum dari Ruang Rapat

Editor : Laura Elvina



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:20
AHMAD RIZA PATRIA MINTA PIHAK RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI    WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG MENETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000    PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK MENCEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA    TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)    WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020    WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF