HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Wali Kota Risma Minta Bantuan Tenaga Medis dari UNAIR

Rabu, 1 Juli 2020 | 05:31 WIB

SURABAYA, KOMPAS.TV - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mendatangi gedung dekan fakultas kedokteran Universitas Airlangga, untuk menyerahkan langsung bantuan alat pelindung diri. 

APD ini diharapkan bisa mengantisipasi penularan virus corona bagi mahasiswa kedokteran maupun dokter program pendidikan dokter spesialis.

Sebelumnya ada 9 dokter PPDS yang terpapar Covid-19 dan kini dalam perawatan di rumah sakit dokter Soetomo Surabaya.

Untuk menangani isu kekurangan tenanga kesehatan, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga meminta langsung ke fakultas kedokteran UNAIR untuk mengirim dokter PPDS nya.

Menurut Dinkes Surabaya, ada tiga rumah sakit milik Pemkot yang membutuhkan dokter diantarnya RS Soewandhi, RS BDH, dan RS Asrama Haji.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini, tiba-tiba sujud sambil menangis di hadapan Ikatan Dokter Indonesia, IDI, Surabaya.

Insiden terjadi  di tengah audiensi terkait percepatan penanganan covid-19 di Balai Kota Surabaya, Senin pagi.

Risma tak kuat menahan tangis dan bersujud saat mendengar keluhan para dokter terkait penanganan percepatan penanganan covid-19 di Balai Kota Surabaya.

Dokter dari rumah sakit umum daerah RSUD Dr Sutomo Surabaya, mengeluhkan kelebihan pasien covid-19 dan meminta bantuan dari Wali Kota Surabaya.

Keluhan dokter tersebut ditimpali Risma dengan alasan Pemkot Surabaya tidak bisa masuk untuk berkomunikasi lebih ke rumah sakit milik Pemprov Jatim itu.

Risma menegaskan, berulang kali telah berkomunikasi dengan RSU Dr Soetomo.

Namun hasilnya tetap nihil, bahkan, bantuan APD dari Pemkot Surabaya pun ditolak.
 

Editor : Merlion Gusti



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
18:58
PEMAIN SAYAP LEROY SANE BERGABUNG KE BAYERN MUENCHEN DENGAN KONTRAK HINGGA JUNI 2025    JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 10.889.434 POSITIF, 5.771.673 SEMBUH, 521.669 MENINGGAL DUNIA    JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 2.739.879 POSITIF, 781.970 SEMBUH, 128.740 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA    WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.119 ORANG: 747 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 295 DALAM PERAWATAN   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 336 POSITIF, 277 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   GUBERNUR KALBAR SUTARMIDJI GUNAKAN STRATEGI "RAPID TEST" SEBANYAK MUNGKIN UNTUK TEKAN PENULARAN KORONA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 235 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 453 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 60.695 POSITIF, 27.568 SEMBUH, 3.036 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 871.436 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LAB   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.767 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.609 ORANG