Kompas TV klik360 cerita indonesia

Video Saat Anggota DPR Cecar dan Usir Dirut Inalum dari Ruang Rapat

Selasa, 30 Juni 2020 | 21:34 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Politisi Demokrat Muhammad Nasir cecar dan terlibat perdebatan panas dengan Direktur Utama Mind ID atau PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) Orias Petrus Moedak.

Perdebatan terjadi saat sejumlah petinggi BUMN tambang di Indonesia mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI hari ini, Selasa (30/6/2020).

"Kalau seperti ini bapak keluar saja dari ruang rapat!" ujar M. Nasir kepada Orias.

Dalam RDP, Orias menjelaskan holding BUMN tambang atau MIND ID menerbitkan utang baru senilai US$2,5 miliar atau setara dengan Rp 35 triliun untuk refinancing sejumlah utang yang akan jatuh tempo dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Anggota DPR Usir Bos Inalum: Kurang Ajar Anda, Kalau Enggak Senang, Keluar!

Menurut Orias, utang akan dilakukan dengan penerbitan global bond.

Namun, Anggota Komisi VII dari Fraksi Partai Demokrat Muhammad Nasir terus bertanya terkait kemampuan MIND ID membayar utang. Dia juga mempertanyakan cara dan mekanisme penerbitan utang obligasi yang tak menggunakan kolateral.

“Kalau potensi default seperti apa? Tugas saudara adalah untuk memastikan masalah utang ini selesai, bukan menambah utang lagi, utang lagi. Kalau seperti itu lulusan SMA bisa duduk di kursi bapak,” kata Nasir.

Karena merasa tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, M. Nasir juga menyatakan akan meminta Menteri BUMN Erick Thohir mencopot Orias dari kursi Dirut PT Inalum (Persero).

Penulis : Laura Elvina


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:01
PEMERINTAH AS HABISKAN RP 7 MILIAR UNTUK MEMBERSIHKAN GEDUNG PUTIH SEBELUM JOE BIDEN DILANTIK SEBAGAI PRESIDEN   AGROWISATA GUNUNG MAS PUNCAK BOGOR DITUTUP SEMENTARA HINGGA BATAS WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN PASCABANJIR BANDANG   KETERSEDIAAN TEMPAT TIDUR DI 11 RS RUJUKAN COVID-19 BALIKPAPAN, KALTIM, HAMPIR PENUH   MENKEU SRI MULYANI BERHARAP TAK ADA KORUPSI DI PROYEK INFRASTRUKTUR YANG DIBIAYAI SURAT UTANG SYARIAH   SEBANYAK 300 PENYELAM DITERJUNKAN UNTUK PENCARIAN CVR KOTAK HITAM SRIWIJAYA AIR SJ-182   BASARNAS FOKUS CARI CVR KOTAK HITAM SRIWIJAYA AIR SJ-182   SRIWIJAYA AIR BERI SANTUNAN RP 1,25 MILIAR UNTUK SETIAP KELUARGA KORBAN SJ-182   TIM DVI RS POLRI SERAHKAN 27 JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182 KE PIHAK KELUARGA   PRESIDEN JOKOWI MINTA PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PESAWAT YANG HENDAK TERBANG DITINGKATKAN   KEMENAG ALOKASIKAN RP 307 MILIAR UNTUK BANTU SANTRI PESANTREN DI MASA PANDEMI KORONA   KEMENDAGRI MINTA PEMDA UNTUK MELAKUKAN SOSIALISASI PROSES VAKSINASI COVID-19   KEMENDAGRI IMBAU PEMDA KURANGI PENGADAAN TES CEPAT ANTIBODI   SATGAS COVID-19 IDI: MENAMBAH RS RUJUKAN COVID-19 TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH PANDEMI   KOMISI III DPR SECARA AKLAMASI MENYETUJUI KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SEBAGAI KAPOLRI GANTIKAN JENDERAL IDHAM AZIS