Kompas TV bisnis kompas bisnis

Kasus Gagal Bayar Koperasi Simpan Pinjam, Ada Dugaan Indikasi Praktik Rentenir

Selasa, 30 Juni 2020 | 21:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kasus gagal bayar koperasi mencuat. Di tengah digitalisasi dan ragam produk keuangan, koperasi tetap digemari.

Masih ada 123.048 unit di 2019, tergilas sedikit, seiring dengan masifnya produk keuangan lain.

Dilihat dari jumlah anggota, naik. Volume usaha pun menggembung.

Yang paling banyak mengakses konsep gotong royong ini, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah.

Dari banyak koperasi, muncul aroma tak sedap dari praktiknya. Mulai dari gagal bayar, hingga indikasi praktik renternir.

Pekan ini menjadi masa penentu bagi korban gagal bayar nasabah koperasi simpan pinjam Indosurya Cipta.

Perdamaian tampaknya masih jauh dari cita-cita. Dalam rapat lanjutan penundaan kewajiban pembayaran utang, PKPU, nasabah kecewa dengan skema termin pengembalian dana yang ditawarkan. 

Total, ada 6000 kreditor, dengan tagihan lebih dari 14 triliun rupiah.

Gagal bayar koperasi juga dialami nasabah koperasi simpan pinjam Tinara di Banyuwangi, Jawa Timur. 

Seusai dinyatakan pailit, koperasi simpan pinjam tinara, masih berupaya membayar uang nasabah dengan total nilai 270 miliar rupiah, dengan cara menjual aset.

Aroma tak sedap dari praktik sejumlah koperasi juga tercium di Lumajang, Jawa Timur. 

Dari sidak Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, April lalu, ditemukan pelanggaran, termasuk koperasi yang tak mengantongi izin cabang, serta muncul dugaan praktik renternir.
 
 

Penulis : Merlion Gusti


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
16:43
PEMERINTAH AS HABISKAN RP 7 MILIAR UNTUK MEMBERSIHKAN GEDUNG PUTIH SEBELUM JOE BIDEN DILANTIK SEBAGAI PRESIDEN   AGROWISATA GUNUNG MAS PUNCAK BOGOR DITUTUP SEMENTARA HINGGA BATAS WAKTU YANG TIDAK DITENTUKAN PASCABANJIR BANDANG   KETERSEDIAAN TEMPAT TIDUR DI 11 RS RUJUKAN COVID-19 BALIKPAPAN, KALTIM, HAMPIR PENUH   MENKEU SRI MULYANI BERHARAP TAK ADA KORUPSI DI PROYEK INFRASTRUKTUR YANG DIBIAYAI SURAT UTANG SYARIAH   SEBANYAK 300 PENYELAM DITERJUNKAN UNTUK PENCARIAN CVR KOTAK HITAM SRIWIJAYA AIR SJ-182   BASARNAS FOKUS CARI CVR KOTAK HITAM SRIWIJAYA AIR SJ-182   SRIWIJAYA AIR BERI SANTUNAN RP 1,25 MILIAR UNTUK SETIAP KELUARGA KORBAN SJ-182   TIM DVI RS POLRI SERAHKAN 27 JENAZAH KORBAN PESAWAT SRIWIJAYA AIR SJ-182 KE PIHAK KELUARGA   PRESIDEN JOKOWI MINTA PEMERIKSAAN DAN PENGAWASAN TERHADAP PESAWAT YANG HENDAK TERBANG DITINGKATKAN   KEMENAG ALOKASIKAN RP 307 MILIAR UNTUK BANTU SANTRI PESANTREN DI MASA PANDEMI KORONA   KEMENDAGRI MINTA PEMDA UNTUK MELAKUKAN SOSIALISASI PROSES VAKSINASI COVID-19   KEMENDAGRI IMBAU PEMDA KURANGI PENGADAAN TES CEPAT ANTIBODI   SATGAS COVID-19 IDI: MENAMBAH RS RUJUKAN COVID-19 TIDAK MENYELESAIKAN MASALAH PANDEMI   KOMISI III DPR SECARA AKLAMASI MENYETUJUI KOMJEN LISTYO SIGIT PRABOWO SEBAGAI KAPOLRI GANTIKAN JENDERAL IDHAM AZIS