HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Anak Gunung Wajib Tahu, Protokol Covid-19 Saat Pendakian

Selasa, 30 Juni 2020 | 19:05 WIB
anak-gunung-wajib-tahu-protokol-covid-19-saat-pendakian
Panduan Operasional Saat Pendakian Gunung Versi Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) (Foto Ilustrasi: Agung Pribadi)

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuka kembali kawasan untuk ekowisata bagi masyarakat secara bertahap, namun harus tetap disertai dengan protokoler kesehatan yang ketat.

Atas pertimbangan adanya kebutuhan masyarakat dapat menghirup udara segar secara langsung, di alam yang tenang dan nyaman. Maka salah satu pilihan sehat adalah dengan melakukan kunjungan (wisata) ke ke Taman Nasional (TN), Taman Wisata Alam (TWA) dan Suaka Margasatwa (SM).

Karena hutan menyimpan potensi sebagai tempat penyembuhan alami yang bermanfaat bagi kesehatan fisik dan mental terutama di tengah pandemi COVID-19 ini.

Disamping itu Siti Nurbaya Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam keterangan tertulisnya menjelaskan, “Satgas COVID-19 Pusat pada Senin 22 Juni 2020 telah mengumumkan dapat dimulainya aktivitas wisata secara bertahap dengan protokol covid yang ketat. Untuk itu pada tahap pertama dapat dibuka kunjungan wisata alam terbatas, dan dengan menerapkan protokol COVID-19 yang sangat ketat”, ujarnya, Kamis (25/06). 

Ditempat lain Vita Cecilia Ketua Umum Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) mengatakan “Protokol dan panduan operasional ini adalah salah satu upaya strategis yang ditempuh APGI dalam upaya mendukung pemerintah melakukan penanggulangan dampak Covid-19 di Indonesia, khususnya untuk keberlangsungan industri wisata pendakian gunung”.

APGI juga mengeluarkan beberapa protokoler atau panduan operasional antara lain :

Panduan Operasional Sebelum Pendakian Gunung

  1. Ikuti protokol global penggunaan jasa tempat penginapan sebelum pendakian (hotel/ homestay).
  2. Ikuti protokol global penggunaan jasa retail sebelum pendakian.
  3. Jalan menuju pos pendakian dalam jarak aman (minimal 1 meter).
  4. Selama perjalanan menuju gerbang pendakian jaga kebersihan diri dan peralatan.
  5. Semprot dan basuh sepatu serta ransel setiba di pos pendakian atau tempat istirahat sementara secara berkala, ulangi cuci tangan sebelum mempersiapkan pendakian.
  6. Gunakan alas untuk meletakan peralatan  dan perlengkapan yang akan digunakan.

Editor : Agung Pribadi

1
2



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
16:54
HAMAS & FATAH MENENTANG RENCANA ISRAEL YANG AKAN MELAKUKAN ANEKSASI SEBAGIAN KAWASAN TEPI BARAT   PENGELOLA PASAR MINGGU MELIBATKAN 1.000 PEDAGANG SOSIALISASIKAN LARANGAN PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI   PEMPROV PAPUA ANGGARKAN SEKITAR RP 3,8 TRILIUN UNTUK PEMBANGUNAN DAN RENOVASI ARENA UNTUK PON 2021    BNPT: MEDIA SOSIAL MASIH JADI SARANA PALING EFEKTIF SEBARKAN RADIKALISME    MENKO POLHUKAM MAHFUD MD TEGASKAN PRAKTIK KORUPSI BUKAN BUDAYA INDONESIA MELAINKAN KEJAHATAN   PEMERINTAH INGGRIS MULAI LONGGARKAN ATURAN KARANTINA BAGI WARGA NEGARA ASING    BUPATI BEKASI INSTRUKSIKAN PERANGKAT DAERAH AWASI KETAT PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN DI SEMUA SEKTOR INDUSTRI   21 KARYAWAN UNILEVER POSITIF KORONA, GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL WAJIBKAN INDUSTRI TES PCR   MENKES TERAWAN TERBITKAN SURAT EDARAN TENTANG SYARAT BEPERGIAN DALAM NEGERI LEWAT PELABUHAN & BANDARA   PEMPROV DKI MENYATAKAN PERLUASAN KAWASAN ANCOL BERBEDA DENGAN PROYEK REKLAMASI TELUK JAKARTA   SEKDA DKI SAEFULLAH SEBUT REKLAMASI KAWASAN ANCOL TAK AKAN BERSINGGUNGAN DENGAN KEPENTINGAN NELAYAN   SEKDA DKI SAEFULLAH: PERLUASAN KAWASAN ANCOL BERTUJUAN MENAMPUNG TANAH HASIL PENGERUKAN WADUK & SUNGAI   WALI KOTA SOLO FX HADI RUDYATMO: RSUD BUNG KARNO AKAN JADI RUMAH SAKIT PUSAT PENGOBATAN TRADISIONAL ATAU HERBAL    SATGAS WASPADA INVESTASI TEMUKAN 105 PERUSAHAAN PINJAMAN DARING ILEGAL DI TENGAH PANDEMI KORONA