Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ingat! New Normal Bukan Berarti Virus Corona Hilang

Selasa, 30 Juni 2020 | 17:14 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Masyarakat Indonesia perlahan mulai beraktivitas kembali setelah pemerintah melonggarkan PSBB dan membuka sejumlahsektor usaha.

Masyarakat selalu diingatkan untuk mematuhi protokol kesehatan di masa transisi menuju new normal ini, tapi ternyata belum semua orang menerapkan.

Selain menggunakan masker, masyarakat juga diingatkan untuk tetap jaga jarak, bila tidak ada keperluan mendesak, maka sebisa mungkin untuk tidak berada di keramaian.

Namun pada kenyataannya, begitu Gelora Bung Karno dan CFD dibuka, masyarakat ramai-ramai berkumpul untuk olahraga.

Baca Juga: Tegas! Presiden Jokowi Minta Pemda Jangan Paksakan New Normal

Situasi ini memunculkan kekhawatiran akan risiko penularan. Tempat ramai merupakan salah satu faktor yang meningkatkan risiko penularan dan penyebaran virus corona.

Dilansir dari Kompas.com, Ketua Satgas Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zubairi Djoerban, mengatakan, meski sudah ada pelonggaran, ancaman virus corona tak bisa dianggap remeh.

"Pertanyaanya sebetulnya, seberapa serius sih penyakit ini? Penyakit ini amat sangat serius, penyakitnya lebih mudah menular daripada influenza," kata Zubairi.

Ia juga menekankan, pelonggaran yang diberikan saat ini bukan berarti ancaman virus corona menurun atau bahkan hilang.

Baca Juga: TNI AU dan Komunitas Drone Sosialisasi New Normal Dengan Drone di Pontianak

"Nah, katanya kan sudah ada pelonggaran. Pertanyaanya begini, kalau sudah ada pelonggaran, misalnya tanggal 1 Juli ada pelonggaran, apakah berarti tanggal 2 Juli itu tidak bisa tertular? Dan tanggal 30 Juni berarti masih mudah tertular? Tidak begitu," kata Zubairi.

Risiko penularan virus, kata dia, masih sama, baik sebelum pelonggaran maupun setelah pelonggaran diberlakukan.

Penulis : Laura Elvina


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
18:17
WHO: NEGARA MISKIN AKAN TERIMA VAKSIN PERTAMA COVID-19 PADA KUARTAL 1 2021   PALESTINA AKAN GELAR PEMILU PRESIDEN DAN PARLEMEN UNTUK PERTAMA KALI SETELAH 15 TAHUN   SEKJEN PBB ANTONIO GUTERRES SERUKAN NEGARA-NEGARA DI DUNIA BERBAGI VAKSIN COVID-19   BNPB: PELABUHAN HINGGA RUMAH SAKIT RUSAK BERAT AKIBAT GEMPA DI SULBAR   PEMKOT PALANGKA RAYA TERAPKAN PEMBERLAKUAN PEMBATASAN KEGIATAN MASYARAKAT MULAI 17-31 JANUARI 2021   BAKAMLA KERAHKAN KN SINGA LAUT UNTUK BANTU KORBAN GEMPA DI SULBAR   BPBD PUSATKAN TITIK PENGUNGSIAN DI STADION MAMUJU DAN AREA KANTOR GUBERNUR SULBAR   BPPT: BANJIR DI KALSEL DIKARENAKAN HUJAN EKSTREM   TIM DVI POLRI TERIMA 162 KANTONG JENAZAH KORBAN KECELAKAAN SRIWIJAYA AIR SJ182   KASAL KERAHKAN PRAJURIT, ALUTSISTA, & BANSOS UNTUK OPERASI SAR SRIWIJAYA AIR, GEMPA MAMUJU, & BANJIR MARTAPURA   KOGABWILHAN MENYATAKAN PASIEN COVID-19 DI RSD WISMA ATLET YANG DINYATAKAN SEMBUH MENCAPAI 42.664 ORANG   KAPOLRI INSTRUKSIKAN SELURUH POLDA BANTU RUMAH SAKIT TINGKATKAN KAPASITAS RUANG ISOLASI   HINGGA 16 JANUARI 2021, ADA 143.517 KASUS AKTIF COVID-19 DI INDONESIA   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT SEBANYAK 8.662 ORANG DINYATAKAN SEMBUH DARI VIRUS KORONA