Kompas TV nasional berita kompas tv

Polemik Reshuffle Kabinet, Jokowi: Saya Sudah Kepikiran Kemana-mana

Selasa, 30 Juni 2020 | 13:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden melakukan teguran keras, sebab sejumlah menteri menganggap situasi krisis, akibat pandemi corona sebagai hal biasa-biasa saja.

Kinerja para Menteri Kabinet Indonesia Maju, sedang jadi sorotan.

Kemarahan Presiden Joko Widodo saat sidang kabinet paripurna 18 Juni lalu, mengungkap lambatnya kerja sejumlah pembantu Presiden.

Belanja bidang kesehatan yang minim.

Seretnya penyaluran stimulus ekonomi dan kurang optimalnya pembagian bantuan sosial, dinilai Presiden membuat upaya penanganan krisis akibat pandemi corona, tersendat.

Gusar pada kerja para pembantunya, Jokowi pun mengancam akan melakukan langkah luar biasa.

Salah satunya mengganti menteri yang kurang greget alias reshuffle kabinet.

Kinerja menteri yang biasa-biasa saja, kembali disentil Presiden Joko Widodo saat rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 29 Juni kemarin.

Untuk mengatasi krisis akibat pandemi corona, Presiden menuntut menterinya kerja lebih cepat membuat terobosan.

Menegur Menteri yang kurang performanya, ternyata bukan kali ini saja dilakukan Jokowi.

Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menyatakan, teguran lebih keras, dilakukan presiden karena ada beberapa menteri yang mengganggap situasi krisis sebagai sesuatu yang biasa-biasa saja.

Presiden menegur Menteri memang hal wajar, karena menteri adalah pembantu Presiden.

Namun, teguran apalagi kemarahan yang sampai diungkap ke publik, maka itu boleh jadi merupakan sinyal Presiden akan merombak kabinet.

Merombak kabinet, bukan hal baru bagi Jokowi.

Pada periode pertama pemerintahanya bersama Jusuf Kalla, dia melakukan reshuffle kabinet sampai empat kali.

Editor : Dea Davina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:22
DISKON 50% BELANJA BUKU, KAOS, DAN KOMPAS DIGITAL DI GERAI KOMPAS. AKSES: KLIK.KOMPAS.ID/HEMATSATU   RUSIA KIRIM 5 PESAWAT BERISI BANTUAN KEMANUSIAAN KE LEBANON PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   JELANG HUT KE-75 RI, PEMPROV BENGKULU AKAN MEMBERIKAN SANKSI BAGI WARGANYA YANG TAK PASANG BENDERA MERAH PUTIH   PEMKOT AMBON, MALUKU, WAJIBKAN ASN TES "SWAB" SETIAP BULAN GUNA CEGAH KLASTER PERKANTORAN   BUPATI POLEWALI MANDAR, SULBAR, ANDI IBRAHIM MASDAR, BERKANTOR DI TEMPAT TERBUKA KARENA KHAWATIR TERTULAR KORONA   PEKAN DEPAN, SD DAN SMP DI KOTA MALANG AKAN DIBUKA UNTUK SIMULASI MESKI MASIH BERSTATUS ZONA MERAH   SEKRETARIS BAPPEDA KALSEL, HADI PURWANTO, MENINGGAL DUNIA KARENA TERINFEKSI KORONA   KOALISI BURUH MIGRAN BERDAULAT SEBUT BP3TKI MAKASSAR TAK SIAP TAMPUNG RIBUAN TKI YANG DIDEPORTASI DARI MALAYSIA   POLRES DEPOK AKAN BERLAKUKAN SISTEM ELEKTRONIK PADA SEPTEMBER 2020   AKAN MAJU PILKADA, MUHAMAD RESMI MUNDUR DARI JABATAN SEKDA TANGSEL   MENHUB BUDI KARYA SUMADI SEBUT KEMACETAN DI PERKOTAAN SANGAT BERDAMPAK PADA PEREKONOMIAN INDONESIA   PENUTUPAN OPERASI PATUH JAYA, 1.169 PENGENDARA DI KOTA TANGERANG KENA TILANG   POLISI SEBUT PENGENDARA SEPEDA MOTOR JADI PELANGGAR TERBANYAK DALAM OPERASI PATUH JAYA DI JAKARTA TIMUR   SEBANYAK 93 PENGENDARA KENA TEGUR DALAM SOSIALISASI GANJIL-GENAP DI JALAN GUNUNG SAHARI, JAKARTA UTARA