HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ini Hal-Hal Yang Memicu Kemarahan Presiden

Senin, 29 Juni 2020 | 22:31 WIB

JAKARTA, KOMPASTV – Kepala Staf Presiden, Moeldoko mencoba mengklarifikasi video marah-marah Presiden Jokowi saat rapat kabinet paripurna pada tanggal 18 Juni 2020 di Istana negara.

Menurut Moeldoko, ini bukan kali pertama Presiden memarahi para pembantunya.

Moeldoko mengungkap ada beberapa hal yang membuat Presiden Jokowi jengkel.

Menurutnya, panjangnya administrasi dan regulasi, telah menghambat kecepatan bantuan terhadap masyarakat.

Padahal, regulasi yang dibuat tersebut seharusnya berlaku dalam kondisi normal.

Sementara itu, kondisi yang dihadapi negara saat ini, terbilang tidak normal. 

Baca Juga: Soal Reshuffle Kabinet, Ini Penjelasan Moeldoko

  1. Dari aspek kesehatan, dana yang cukup besar baru terserap 1,53%. Memang setelah kita dalami, ada beberapa persoalan yang perlu dikomunikasikan secara lebih cepat lagi, di antaranya bagaimana membangun sinergitas antara BPJS dengan Pemda dan Menteri Kesehatan, ini juga persoalan.
  2. Yang kedua, persoalan pendataan terhadap tenaga medis.
  3.  Yang ketiga, persoalan regulasi yang lama, regulasi itu bisa digunakan dalam kondisi yang normal. Tetapi dalam kondisi yang tidak normal seperti saat ini, harus segera diambil langkah untuk perbaikan.
  4. Persoalan bantuan sosial, ada persoalan pendataan, tetapi dalam kurun ketiga dan keenam ini sudah ada perbaikan dari waktu ke waktu.
  5. Berikut adalah persoalan UMKM, bagaimana mereka mendapatkan stimulus juga masih ada hambatan-hambatan di lapangan

Poin-poin ini disampaikan oleh Moeldoko saat memberikan keterangan pers (29/6/2020).

Editor : Abdur Rahim



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
18:40
PEMAIN SAYAP LEROY SANE BERGABUNG KE BAYERN MUENCHEN DENGAN KONTRAK HINGGA JUNI 2025    JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 10.889.434 POSITIF, 5.771.673 SEMBUH, 521.669 MENINGGAL DUNIA    JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 2.739.879 POSITIF, 781.970 SEMBUH, 128.740 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA    WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.119 ORANG: 747 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 295 DALAM PERAWATAN   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 336 POSITIF, 277 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   GUBERNUR KALBAR SUTARMIDJI GUNAKAN STRATEGI "RAPID TEST" SEBANYAK MUNGKIN UNTUK TEKAN PENULARAN KORONA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 235 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 453 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 3 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 60.695 POSITIF, 27.568 SEMBUH, 3.036 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 871.436 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LAB   HINGGA 3 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.767 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.609 ORANG