Kompas TV nasional berita kompas tv

Ratusan Orangtua Lakukan Demo Tolak Aturan PPDB 2020!

Senin, 29 Juni 2020 | 18:57 WIB

KOMPAS.TV - Ratusan orangtua calon siswa sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas, mendatangi Kantor Kementerian Pendidikan.

Mereka meminta kepada mendikbud nadiem makarim untuk mencabut aturan usia pada penerimaan calon siswa, dan menolak peraturan PPDB 2020.

Ratusan orangtua calon siswa, mendatangi kantor Kementerian Pendidikan, Jalan Jenderal Sudirman, Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Kedatangan mereka tak lain meminta kepada Menteri Nadiem Anwar Makariem, untuk mencabut aturan usia dalam penerimaan peserta didik baru 2020.

Mereka menilai, aturan tersebut sangat menyengsarakan anak mereka.

Menurut Komnas Perlindungan Anak, aturan PPDB 2020 di DKI Jakarta telah melanggar konstitusi.

Penyelenggaraan PPDB daring yang dilakukan telah melanggar permendikbud.

Komnas perlindungan anak pun meminta hasil PPDB daring 2020 untuk dibatalkan.

Sementara itu, seleksi PPDB 2020 di Bandar Lampung dinilai mengundang kerumunan orangtua calon peserta didik 2020.

Ratusan orangtua yang mendatangi SMPN 7 Bandar Lampung untuk mendaftarkan anaknya ke sekolah.

Pihak sekolah menerapkan PPDB secara tatap muka, tetapi dengan tetap melakukan protokol kesehatan.

Kuota calon siswa baru di SMPN 7 Bandar Lampung sendiri sebanyak 300 siswa untuk sepuluh kelas.

Pendaftaran peserta didik baru atau PPDB 2020 secara daring di Kota Bitung, Sulawesi Utara, masih mengalami kendala.

Calon peserta didik baru, mengalami kesulitan dalam mengakses situs pendaftaran.

Sebagian besar calon peserta didik baru tingkat SMA terpaksa mendatangi sekolah, untuk mengakses data melalui panitia penerimaan peserta didik baru, PPDB.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:08
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA