HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Jokowi Marahi Para Menteri Saat Sidang kabinet Paripurna, Apa Isinya?

Minggu, 28 Juni 2020 | 22:47 WIB

JAKARTA, KOMPASTV – Presiden Joko Widodo ternyata sempat memarahi para Menteri Kabinet Indonesia Maju saat rapat di sidang paripurna yang berlangsung pada tanggal 18 Juni 2020.

Video ini baru dirilis oleh akun resmi youtube Sekretariat Presiden pada Minggu, (28/6/2020).

Dalam video tersebut, jokowi mengkritisi sejumlah kebijakan para Menterinya yang dianggap biasa-biasa saja.

Dengan nada tinggi, Jokowi menegur para Menteri saat rapat kabinet di sidang paripurna.

Presiden Jokowi menyebut, dampak dari pandemi ini telah dirasakan berbagai sektor perekonomian, hingga dapat memicu krisis.

“Jangan biasa-biasa saja, jangan linier, jangan menganggap ini normal, bahaya sekali kita”, kata Presiden (18/6/2020). Kata Jokowi saat memberikan arahan (18/6/2020).

Baca Juga: Presiden Jokowi Soroti Bidang Kesehatan, Sosial dan Ekonomi Masih Biasa

Jokowi mencontohkan salah, pemerintah telah menganggarkan sebanyak 75 triliun untuk bidang kesehatan. Namun, jumlah yang keluar tak sampai 2% dari jumlah tersebut. 

“Bidang kesehatan, itu dianggarkan 75 triliun, baru keluar 1,53% coba. Uang beredar di masyarakat ke-rem di situ semua. Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran, sehingga men-trigger ekonomi” ujarnya menambahkan.

Jokowi meminta agar para Menterinya untuk tidak menganggap kondisi pandemi Covid-19 ini sebagai kondisi yang biasa, melainkan kondisi extraordinary, sehingga kebijakan-kebijakan yang dibuat juga harus luar biasa.

Editor : Abdur Rahim



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:25
AHMAD RIZA PATRIA MINTA PIHAK RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI    WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG MENETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000    PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK MENCEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA    IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA    TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)    WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020    WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF