HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Ibu Muda Gelapkan Belasan Sepeda Motor

Jumat, 26 Juni 2020 | 23:32 WIB

PEMALANG, KOMPAS.TV - Eny Oktania Likasari, ibu muda yang masih berumur 30 tahun warga Wanarejan selatan, Kabupaten Pemalang, dibekuk aparat kepolisian karena terbukti melakukan tindak pidana penipuan. Tersangka saat berada di mapolres pemalang, hanya tertunduk lesu menyesali perbuatannya.

Teny dalam aksinya selalu meminjam sepeda motor kepada para korbannya dalih untuk berangkat bekerja. Ia beberapa kali membayar sepeda motor yang dipinjamnya beralasan menyewa kepada para korban.

Karena membayar, banyak korban yang percaya kepada tersangka sepeda motor yang dipinjam digadaikan. Setiap sepeda motor teny gadaikan dengan uang senilai 2,5 juta sampai Rp 3 juta.

Dihadapan petugas, teny mengaku menggelapkan sepeda motor dengan modus awal disewa karena kebutuhan ekonomi. Sebagai single parent yang menghidupi dua anaknya, pelaku yang bekerja sebagai karyawan koperasi itu mengaku kekurangan uang untuk kehidupan sehari-hari.


Dua belas sepeda motor yang digadaikan oleh pelaku kini sudah diamankan di mapolres pemalang. Kapolres Pemalang AKBP Ronny Tri Prasetyo menyerahkan kembali sepeda motor kepada para korban. Salah seorang korban mengaku senang karena sepeda motornya sudah kembali karena hilang sejak satu bulan yang lalu.

Sementara itu Kapolres Pemalang menjelaskan bahwa pelaku teny sudah melakukan aksinya sejak maret 2020. Salah seorang korban berani melapor ke polisi hingga akhirnya petualangan tersangka berhenti karena dibekuk petugas.


Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka kini mendekam dibalik jeruji besi rumah tahanan Polres Pemalang. Ia dijerat pasal 378 tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

#Penipuan #Motor

Editor : KompasTV Pekalongan



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:08
AHMAD RIZA PATRIA MINTA RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI   WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG TETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000   PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK CEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA   TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)   WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF