Kompas TV nasional berita kompas tv

Pemilu dan Pilkada Serentak Diwacanakan Mundur dari 2024 ke 2027. Begini Penjelasan KPU

Kamis, 25 Juni 2020 | 00:08 WIB
pemilu-dan-pilkada-serentak-diwacanakan-mundur-dari-2024-ke-2027-begini-penjelasan-kpu
Ilustrasi kotak surat suara pilkada (Sumber: Kompas)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah dan DPR sedang menggodok wacana pengunduran waktu Pilkada serentak dan Pemilu dari 2024 ke 2027.

Wacana itu digodok pemerintah dan DPR dalam proses revisi Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Pernyataan tersebut menyeruak dari sebuah diskusi seminar nasional bertajuk "Mewujudkan Kualitas Pilkada Serentak Tahun 2020 di Era New Normal", Selasa (23/6/2020).

Terkait rencana pengunduran pemilu serentak ke tahun 2027 itu belum sepenuhnya didetailkan, karena gagasan itu masih dalam tahap pembahasan awal.

Namun demikian, Komisioner KPU Pramono U Tanthowi menjelaskan bahwa saat ini memang sedang ada proses revisi UU Pemilu.

Di dalam revisi UU Pemilu itu tak hanya mengatur desain pemilu, tetapi juga sekaligus mengatur desain keserentakan pilkada.

"Kalau dari draft yang beredar, memang dalam RUU tersebut dilakukan pembagian dua jenis pemilu: pemilu nasional (pilpres, pemilu DPR, dan pemilu DPD); serta pemilu lokal (pilgub, pemilu DPRD Provinsi, pilbub/pilwali, dan pemilu DPRD kabupaten/kota)," ujar Pramono kepada Kompas.tv, Rabu (24/6/2020). 

Editor : Deni Muliya

1
2



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Kejari unaaaha musnahkan barang bukti

Selasa, 27 Oktober 2020 | 18:12 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
18:21
PEMPROV RIAU CABUT STATUS SIAGA DARURAT KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN YANG BERLANGSUNG SELAMA 9 BULAN    MENTERI LHK SITI NURBAYA APRESIASI SATGAS KARHUTLA YANG BERHASIL MENEKAN ANGKA KEBAKARAN SAAT PANDEMI COVID-19   GUBERNUR JATIM KHOFIFAH INDAR PARAWANSA IMBAU LANSIA DAN PEMILIK PENYAKIT KOMORBID DI RUMAH SAJA SAAT LIBUR PANJANG   MAJELIS HAKIM TOLAK EKSEPSI TERDAKWA DJOKO TJANDRA DALAM KASUS SURAT JALAN PALSU   WALI KOTA SURABAYA TRI RISMAHARINI IMBAU WARGANYA TIDAK BEPERGIAN KE LUAR KOTA SELAMA LIBUR PANJANG AKHIR OKTOBER   HARI INI, PT KAI MEMBERANGKATKAN 9.374 PENUMPANG DARI STASIUN GAMBIR, STASIUN PASAR SENEN, DAN STASIUN JAKARTA KOTA   KPK MINTA PIHAK ISTANA LAPORKAN PENERIMAAN GRATIFIKASI SEPEDA LIPAT JIKA ITU DITUJUKAN KE PRESIDEN JOKOWI   ANTISIPASI LA NINA DI INDONESIA, WALI KOTA SOLO FX RUDYATMO IMBAU WARGANYA TIDAK BERTEDUH DI BAWAH POHON TUA   LUNCURKAN E-VISA, MENKUMHAM YASONNA LAOLY: INDONESIA SIAP JADI TUJUAN INVESTASI   KEMENKUMHAM LUNCURKAN APLIKASI VISA "ONLINE" ATAU E-VISA BAGI WARGA NEGARA ASING YANG HENDAK MASUK KE INDONESIA   JELANG LIBUR PANJANG, JUBIR SATGAS PENANGANAN COVID-19 IMBAU MASYARAKAT BERAKTIVITAS DI RUMAH    HINGGA 27 OKTOBER 2020, PEMERINTAH PERIKSA 4.388.995 SPESIMEN COVID-19   SATGAS PENANGANAN COVID-19 SEBUT 4.576 PASIEN KORONA SEMBUH DAN 101 ORANG MENINGGAL PADA 27 OKTOBER 2020   SATGAS PENANGANAN COVID-19 MENCATAT ADA 3.520 KASUS BARU COVID-19 HARI INI