Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Detik-Detik Indonesia Semakin Dekat dengan Jurang Resesi

Selasa, 23 Juni 2020 | 11:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, badan pusat statistik, lalu Kementerian PPN dan Bappenas, satu suara, bahwa ekonomi kuartal dua yang sepekan lagi berakhir, akan tumbuh negatif. 

Hanya saja angkanya yang berbeda-beda. Secara teknis, jika pertumbuhan ekonomi Indonesia Negatif, apakah artinya sudah resesi?

Efek jahat Covid-19 semakin menggerogoti tubuh ekonomi. Gelombang PHK, lonjakan kemiskinan, daya beli anjlok, ekspor impor tersendat, inilah detik-detik Indonesia semakin dekat dengan jurang resesi.

Tinggal satu pekan, kuartal dua berakhir. Tetapi, antar lembaga negara punya proyeksi makro ekonomi yang berbeda. Kesamaannya hanya satu, yaitu semuanya memproyeksi ekonomi negatif.

Pada proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal dua, Kementerian Keuangan merilis angka negatif 3,8 persen. Badan pusat statistik minus 4,6 persen, Kementerian PPN dan Bappenas lebih dalam ke minus 5 persen, mendekati megatif 6 persen.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, perbedaan ini menjadi bukti, sangat tidak pastinya pertumbuhan ekonomi.

Kekhawatiran resesi semakin menyengat di tahun ini. Tetapi, penjaga fiskal dan moneter yakin, ekonomi tahun depan akan berbalik.

Di 2021, kementerian keuangan punya asumsi, bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak antara 4,5 persen sampai 5,5 persen, dengan kurs rupiah terhadap dollar Amerika Serikat 14.500 sampai 15.500.

sedangkan bank indonesia, punya proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun depan di 5 sampai 6 persen dan rupiah 13.700 sampai 14.300.

Asumsi ini, menurut ekonom, akan mempengaruhi atusiasme investor, apakah membeli surat utang indonesia atau tidak.

Kembali ke proyeksi pertumbuhan ekonomi negatif di kuartal dua. 

Apakah Indonesia sudah pasti resesi? Jawabannya belum tentu. Sebab, Indonesia bisa disebut resesi jika, secara teknis, di kuartal tiga ekonominya juga negatif. 

Resesi atau tidak, semua akan bergantung pada iklim dunia usaha dan daya beli, yang menunggu badai Covid-19 sirna.
 
 

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:17
STAF KHUSUS KETUA DEWAN PENGARAH BPIP ROMO BENNY SUSETYO MINTA MASYARAKAT LAPOR JIKA TEMUKAN GERAKAN KOMUNISME    PEMKOT DENPASAR, BALI, KESULITAN CARI HOTEL TEMPAT KARANTINA PASIEN COVID-19   SATPOL PP BANDUNG, JAWA BARAT, KUMPULKAN DENDA RP 47 JUTA DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN    WAKIL BUPATI KUBU RAYA, KALBAR, SUJIWO, UMUMKAN DIRINYA TERINFEKSI COVID-19   SOAL IZIN UMRAH, KEMENAG SEBUT PIHAKNYA MASIH MENUNGGU DAN BERKOORDINASI DENGAN PIHAK PERWAKILAN DI KJRI JEDDAH    DITJEN KEMENAG: BELUM ADA KEPASTIAN TERKAIT IZIN KEBERANGKATAN JEMAAH UMRAH INDONESIA   WAGUB DKI SEBUT MOBILITAS WARGA TURUN SELAMA PENERAPAN PSBB   WAGUB DKI SEBUT RUMAH PASIEN COVID-19 YANG JALANI ISOLASI MANDIRI HARUS DIBERI TANDA AGAR PETUGAS DAN MASYARAKAT TAHU   GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM MENILAI PEMBERIAN SANKSI SOSIAL BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN TIDAK EFEKTIF   PEMKAB TASIKMALAYA, JAWA BARAT, UNGKAP 86 ORANG TERKONFIRMASI COVID-19 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN   BUPATI CIREBON IMRON ROSYADI TERBITKAN SURAT EDARAN PENIADAAN TRADISI MAULUDAN AKIBAT PANDEMI COVID-19   KOORDINATOR OPERASIONAL RSD WISMA ATLET: PERSENTASE KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 MENINGKAT DARI 71 MENJADI 75 PERSEN   PEMKOT SERANG, BANTEN, SIAPKAN 5 RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 SETELAH KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT   LIPI: PILKADA SAAT PANDEMI BUKANLAH SIKAP BIJAK DARI PEMERINTAHAN DEMOKRATIS YANG TERBENTUK ATAS KEHENDAK RAKYAT