Kompas TV kuliner cerita rasa

Lezatnya Keong Sawah di Pekalongan Ini

Selasa, 23 Juni 2020 | 09:20 WIB

PEKALONGAN, KOMPAS.TV - Keong sawah atau dalam bahasa latinnya Pilla Ampulacea adalah sejenis siput yang hidup di air tawar. Meski sering dianggap sebagai makanan yang mewah, namun keong sawah ini tinggi nilai protein dan kandungan kalsiumnya namun justru rendah kolesterol.

Tak mengherankan jika banyak yang suka masakan berbahan dasar keong sawah ini . Baik sebagai lauk pauk maupun digaduh.

Baca Juga: Ayam Ingkung Purwokerto, Mumtaz!

Jika biasanya keong sawah atau kroco dalam bahasa jawa ini dimasuk secera sederhana dengan parutan kelapa dan kuah, sebuah warung makan di di daerah kalibanger, Pekalongan Timur , Kota Pekalongan menyajikannya dalam menu yang tidak biasa, yakni keong gemes dan gule keong.

Keong gemes, selain berbahan dasar keong sawah juga dicampur dengan kerang, jamur dan lain-lainya. Disajikan dalam bentuk rasa asam manis, benar-benar membuat pelanggan ketagihan. Porsinya yang lumayan banyak, membuat pelanggan seringkali tidak menggunakan nasi untuk menikmatinya.

Meski sama-sama keong sawah, namun keong yang digunakan oleh warung ini bukan sembarang keong atau keong sawah biasa. Namun keong hasil budidaya dari  Demak dan Surabaya. Jadi meski musim kemarau, persediaan keong tetap ada.
 
Warung makan spesial keong yang  sejak buka satu setengah tahun lalu, tak pernah sepi pengunjung, terutama pada jam makan siang. Meski letaknya tidak di tepi jalan raya, tetap banyak karyawan sejumlah instansi yang sengaja datang untuk menikmati masakan yang tak ada di sembarang tempat ini.

Bagi anda pemburu kuliner yang berada di kota pekalongan dan sekitarnya atau sedang berada di kota pekalongan, belum nikmat rasanya jika belum mencicipi keong gemes dan gule keong dari warung makan Bu San ini.

Baca Juga: Review Soto Asli Purwokerto Yuk!

 

Editor : Krisna Aditomo



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Wisatawan Di Pantai Kuta

Selasa, 4 Agustus 2020 | 12:52 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
13:12
TAK PUNYA LISENSI, APPLE HAPUS LEBIH DARI 30.000 APLIKASI TIONGKOK DARI APP STORE HINGGA JULI 2020   HARGA EMAS ANTAM NAIK MENJADI RP 1,029 JUTA PER GRAM PADA SELASA, 4 AGUSTUS 2020   JUMLAH PENUMPANG PESAWAT DI 19 BANDARA YANG DIKELOLA PT ANGKASA PURA II MELONJAK 143 PERSEN PADA JULI 2020   MENDAGRI INDIA AMIT SHAH MENGUMUMKAN DIRINYA POSITIF TERINFEKSI KORONA MELALUI MEDIA SOSIAL   HARI INI, BARESKRIM POLRI BERENCANA PERIKSA PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA DEWI KOLOPAKING   IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA MEMPREDIKSI KASUS POSITIF KORONA TEMBUS 2.000 PER HARI   HINGGA 4 AGUSTUS 2020, JUMLAH PASIEN POSITIF KORONA DI SECAPA AD DARI 1.308 BERKURANG MENJADI 188 ORANG   DINAS KEHUTANAN SUMSEL MENCATAT 20 PERSEN HUTAN BAKAU DALAM KONDISI KRITIS KARENA AKTIVITAS MASYARAKAT   KEMENRISTEK MINTA MASYARAKAT HATI-HATI CERMATI ISU PENEMUAN OBAT HERBAL UNTUK CEGAH COVID-19 OLEH HADI PRANOTO   AZAS NAINGGOLAN: GANJIL-GENAP DORONG MUNCULNYA KLASTER TRANSMISI COVID-19 KE TRANSPORTASI PUBLIK   PENGAMAT TRANSPORTASI AZAS NAINGGOLAN NILAI GANJIL-GENAP TAK BISA MENEKAN MOBILITAS WARGA DI TENGAH PANDEMI   KEMENKES IMBAU TOKOH PUBLIK TAK MENYAMPAIKAN INFORMASI TERKAIT COVID-19 YANG MENIMBULKAN PRO KONTRA DI MASYARAKAT   BARESKRIM BELUM TERIMA SURAT KUASA OTTO HASIBUAN SEBAGAI PENGACARA TERPIDANA KASUS "CESSIE" BANK BALI DJOKO TJANDRA   KUASA HUKUM EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN: ALASAN JAKSA TOLAK PERMOHONAN "JUSTICE COLLABORATOR" TAK BERDASAR