Kompas TV klik360 cerita indonesia

Mendikbud Luncurkan Kebijakan Baru Keringanan UKT Mahasiswa

Jumat, 19 Juni 2020 | 23:19 WIB

JAKARTA, KOMPASTV – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan keluarkan regulasi baru terkait keringanan UKT  bagi mahasiswa perguruan tinggi negeri (PTN) maupun perguruan tinggi swasta.

Hal ini untuk tanggapi maraknya tuntutan mahasiswa terkait penyesuaian uang kuliah tunggal karena dampak pandemi covid-19  Ke perekonomian.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim melalui permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 akan berikan keringanan UKT bagi mahasiswa yang hadapi kendala finansial akibat Covid-19

Dalam Permendikbud Nomor 25 Tahun 2020 tersebut Nadiem jelaskan bahwa mahasiswa tidak wajib bayar UKT jika sedang cuti kuliah dan bagi mahasiswa pada masa akhir kuliah, mahasiswa bisa membayar paling tinggi 50 persen UKT jika mengambil sebanyak atau kurang dari 6 SKS dengan ketentuan semester 9 bagi mahasiswa S1 dan D4

Nadiem juga jelaskan 5 skema terkait keringanan UKT bagi mahasiswa ini, yakni

  1. Mahasiswa dapat ajukan cicilan UKT bebas bunga sebesar 0 persen dengan jangka waktu pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan mahasiswa.
  2. Mahasiswa juga dapat lakukan penundaan dengan tanggal pembayaran yang disesuaikan dengan kemampuan finansial mahasiswa.
  3. Mahasiswa dapat ajukan penuruan biaya UKT sesuai kemampuan ekonomi mahasiswa
  4. Mahasiswa berhak ajukan diri untuk beasiswa Kartu Indonesia Pintar Kuliah dan skema beasiswa yang disediakan perguruan tinggi.
  5. Mahasiswa dapat ajukan bantuan dana untuk jaringan internet atau pulsa.

Nadiem telah alokasikan anggaran sebesar Rp 1 Triliun  untuk Dana Bantuan UKT mahasiswa yang diutamakan untuk mahasiswa PTS.

Kriteria untuk mendapatkan bantuan dana UKT mahasiswa ini disyaratkan yakni orangtua mengalami kendala finansial sehingga tak mampu membayar UKT, Syarat selanjutnya juga  tidak sedang dibiayai oleh program KIP Kuliah atau Beasiswa lainnya

Yang terakhir, dana bantuan UKT ini diperuntukkan mahasiswa PTS dan PTN yang sedang jalankan semester 3,5,7 pada tahun 2020.

Editor : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:54
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA