Kompas TV nasional berita kompas tv

Soal Guyonan Gus Dur, Kompolnas: Jadikan Ini Cambuk Buat Polri

Jumat, 19 Juni 2020 | 21:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Keluarga Presiden ke-4 Republik Indonesia, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menilai polisi di Polres Sula, Maluku Utara, terlalu sensitif dalam menanggapi unggahan seorang warga terkait humor tiga polisi jujur.

Salah satu putri Gus Dur, Yenny Wahid, menilai seharusnya Polres Sula menganggap humor itu secara santai dan bagian dari kritik.  

Menurut Yenny pemanggilan warga yang mengunggah humor soal polisi tidak tepat.

Menurutnya petugas harus dewasa dalam menyikapi hal seperti ini.

"Sikapi saja dengan santuy. Dengan santai aja, nggak usah terlalu over sensitive menanggapi itu apalagi sampai kemudian melakukan tindakan pemanggilan dan lain sebagainya," katanya.

Menanggapi hal tersebut Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Pungky Indarti, menilai jika hal ini harusnya bisa menjadi kritik membangun bagi polisi.

"Seharusnya ini dijadikan cambuk. Dijadikan kritik membangun buat Polri, gitu ya. Saya melihat kok ada yang lupa ini dari kawan-kawan di Polres Sula. Saya berharap dengan kasus ini momentum untuk mengingat kembali bahwa masih ada reformasi kepolisian yang harus dijalankan oleh kawan-kawan polisi," katanya.

Pengunggah guyonan Gus Dur soal polisi itu akhirnya minta maaf di kantor polisi.

Ia dinilai telah melakukan pencemaran nama baik atas unggahan yang diambil dari guyonan gus dur soal polisi.

Lebih lengkap, simak dialog klarifikasi soal guyonan Gus Dur bersama dengan pengunggah guyonan Gus Dur, Ismail Ahmad, dan Komisioner Komisi Kepolisian Nasional, Pungky Indarti.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
17:18
TIMNAS U-16 INDONESIA KALAH MELAWAN UNI EMIRAT ARAB DENGAN SKOR 0-4 DALAM LAGA UJI COBA DI DUBAI   PBB: HONDURAS SEBAGAI NEGARA KE-50 YANG MELAKUKAN RATIFIKASI PERJANJIAN LARANGAN SENJATA NUKLIR   PBB: 50 NEGARA MELAKUKAN RATIFIKASI PERJANJIAN LARANGAN SENJATA NUKLIR   MENKES AFGHANISTAN SEBUT SEBAGIAN BESAR KORBAN LEDAKAN BOM BUNUH DIRI DI KABUL ADALAH PELAJAR BERUSIA 15-26 TAHUN   SEBANYAK 18 ORANG MENINGGAL DUNIA AKIBAT BOM BUNUH DIRI MELEDAK DI KABUL, AFGHANISTAN   SEBANYAK 8 PELAJAR TEWAS DALAM TRAGEDI PENEMBAKAN DI SEKOLAH MOTHER FRANCISCA COLLEGE DI KUMBA, KAMERUN   PIMPINAN SAMSUNG ELECTRONICS LEE KUN-HEE MENINGGAL DUNIA DI USIA 78 TAHUN   MANTAN KEPALA DESA BONTOBAJI, BULUKUMBA, SULSEL, AHMAD ASBAK DITAHAN ATAS DUGAAN KORUPSI DANA DESA RP 387 JUTA   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY AKUI ROKOK PENGHASIL DEVISA TERTINGGI NEGARA TETAPI SEBABKAN KERUGIAN KESEHATAN   SEBANYAK 373.745 ORANG MASUK DAFTAR HITAM KARTU PRAKERJA KARENA TIDAK MEMBELI PELATIHAN PERTAMA   SATLANTAS POLRES BOGOR AKAN BERLAKUKAN SISTEM SATU ARAH DI JALUR PUNCAK SECARA SITUASIONAL PADA AKHIR PEKAN INI   ANTISIPASI BEGAL, POLRES JAKARTA SELATAN GELAR PATROLI DI JALUR SEPEDA SAAT AKHIR PEKAN   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN PERPANJANG MASA PENERAPAN PSBB TRANSISI HINGGA 8 NOVEMBER 2020   MENAKER IDA FAUZIYAH JAMIN UU CIPTA KERJA TETAP SEJAHTERAKAN BURUH