Kompas TV bisnis ekonomi dan bisnis

Bisnis Fashion Art Kea, Aspek Penting dalam Berkolaborasi dengan Brand lain atau Public Figure

Jumat, 19 Juni 2020 | 13:37 WIB

KOMPAS.TV - Seperti Jumat biasanya, selalu ada dialog yang bisa jadi inspirasi anda memulai bisnis, mengelola bisnis, bahkan mempertahankan bisnis.

Seperti Art-kea.

Brand fashion ini sudah bertahan sekitar 30 tahun.

Apa yang dilakukan agar bisnis ini tetap bertahan?

Kita bergabung dengan Creative Director Art Kea, yang merupakan bisnis keluarga ini, yaitu Atya Sardadi.

Menjadi start-up mungkin bagi sebagian orang mudah, tetapi mempertahankan bisnis, bahkan selama 30 tahun, pasti butuh kerja keras.

Kita belajar pada art-kea, dan kulik soal pemasaran.

Dari awal Art Kea dibentuk, tujuannya membuka lapangan kerja untuk orang lain.

“Dari situ anak-anaknya berpikir untuk terus meneruskan bisnis ini,” ungkap Atya.

Menurut Atya, berbagi ilmu pada bisnis ini menjadi sebuah berkah, karena bisnis tidak semata-mata untuk keuntungan aja.

Lalu, apa yang paling penting saat sebuah brand memutuskan berkolaborasi?

Menurut Atya sangatlah penting namun, ada 2 hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, jangan sampai pesona dari figure atau brand yang diajak bekerja sama over atau berat sebelah.

Idealnya Win-Win, jadi saling melengkapi kekurangan dan kelebihan yang dipunya masing-masing.

Kedua, menantang brand kita untuk berkolaborasi dengan brand atau public figure yang mempunyai karakter berbeda.

Dengan catatan, dapat mencapai tujuan bersama yang baik.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
20:42
STAF KHUSUS KETUA DEWAN PENGARAH BPIP ROMO BENNY SUSETYO MINTA MASYARAKAT LAPOR JIKA TEMUKAN GERAKAN KOMUNISME    PEMKOT DENPASAR, BALI, KESULITAN CARI HOTEL TEMPAT KARANTINA PASIEN COVID-19   SATPOL PP BANDUNG, JAWA BARAT, KUMPULKAN DENDA RP 47 JUTA DARI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN    WAKIL BUPATI KUBU RAYA, KALBAR, SUJIWO, UMUMKAN DIRINYA TERINFEKSI COVID-19   SOAL IZIN UMRAH, KEMENAG SEBUT PIHAKNYA MASIH MENUNGGU DAN BERKOORDINASI DENGAN PIHAK PERWAKILAN DI KJRI JEDDAH    DITJEN KEMENAG: BELUM ADA KEPASTIAN TERKAIT IZIN KEBERANGKATAN JEMAAH UMRAH INDONESIA   WAGUB DKI SEBUT MOBILITAS WARGA TURUN SELAMA PENERAPAN PSBB   WAGUB DKI SEBUT RUMAH PASIEN COVID-19 YANG JALANI ISOLASI MANDIRI HARUS DIBERI TANDA AGAR PETUGAS DAN MASYARAKAT TAHU   GUBERNUR BANTEN WAHIDIN HALIM MENILAI PEMBERIAN SANKSI SOSIAL BAGI PELANGGAR PROTOKOL KESEHATAN TIDAK EFEKTIF   PEMKAB TASIKMALAYA, JAWA BARAT, UNGKAP 86 ORANG TERKONFIRMASI COVID-19 DI LINGKUNGAN PONDOK PESANTREN   BUPATI CIREBON IMRON ROSYADI TERBITKAN SURAT EDARAN PENIADAAN TRADISI MAULUDAN AKIBAT PANDEMI COVID-19   KOORDINATOR OPERASIONAL RSD WISMA ATLET: PERSENTASE KESEMBUHAN PASIEN COVID-19 MENINGKAT DARI 71 MENJADI 75 PERSEN   PEMKOT SERANG, BANTEN, SIAPKAN 5 RUMAH SAKIT RUJUKAN COVID-19 SETELAH KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT   LIPI: PILKADA SAAT PANDEMI BUKANLAH SIKAP BIJAK DARI PEMERINTAHAN DEMOKRATIS YANG TERBENTUK ATAS KEHENDAK RAKYAT