Kompas TV kolom politik

Di Balik Naik-Turun Elektabilitas: Anies, Ganjar, dan Ridwan Kamil

Kamis, 18 Juni 2020 | 08:48 WIB
di-balik-naik-turun-elektabilitas-anies-ganjar-dan-ridwan-kamil

Oleh: Fajar Nursahid, Direktur Eksekutif LP3ES

Dalam kajian online LP3ES tentang dinamika elektoral di tengah pandemi kemarin sore (16/6), Drone Emprit mengungkap temuan menarik dibalik naik-turun tingkat elektabilitas Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil. Ketiganya, memang kepala daerah yang menurut sejumlah survei paling moncer elektabilitasnya. Sebelumnya, minggu lalu Indikator Politik Indonesia merilis elektabilitas tiga kepala daerah ini di bulan Mei dibandingkan Februari lalu. Elektabilitas Anies turun, sementara Ganjar dan RK naik.

Menurut analisis big data Drone Emprit periode 9 Mei - 8 Juni terkait penanganan pandemi, hashtags terkait Anies dipenuhi serangan, bukan dukungan. Ini tidak terjadi pada Ganjar dan RK. Mengapa demikian?

Kita tahu, Anies memiliki beban politik elektoral warisan Pilkada DKI 2017: masyarakat yang terbelah. Sistem Pilgub DKI mensyaratkan pemenang mendulang suara lebih dari 50 persen sehingga pemilihan berlangsung dua putaran. Akibatnya, terjadi kontestasi politik yang runcing karena dua pasang calon (Anies-Sandi dan Ahok-Djarot) berhadapan secara “head to head.” Selain itu, Pilgub 2017 juga diwarnai gelombang protes yang  tajam terhadap Ahok karena kasus “Al-Maidah”. Anies, adalah proxy dari kekuatan massa anti Ahok. Sebaliknya, massa pendukung Ahok, adalah juga sekaligus pembenci Anies.

Sikap oposisi biner ini berlangsung relatif konsisten, bahkan sekarang ini sentimennya meluas karena dalam banyak isu termasuk dalam penanganan Covid-19, Anies dicitrakan berhadapan dengan Presiden Jokowi. Sebutan “Gubernur Indonesia” oleh pendukung, lalu berbalas sebutan “Gabener” oleh lawan-lawan politiknya, mengkonfirmasi keterbelahan politik yang terjadi.

Situasi ini tidak terjadi dengan Gubernur Ganjar maupun RK yang memenangi Pilgub Jawa Tengah dan Jawa Barat pada tahun 2018. Ganjar, meski terpilih dari proses pemilihan “head to head” melawan Sudirman Said, rekonsiliasi masyarakat di Jawa Tengah cepat terjadi. RK, karena memenangi pemilihan atas empat pasangan calon, sama sekali tidak menghadapi pembelahan politik serius seperti dihadapi Anies.

Lalu, apakah serangan terhadap Anies di media sosial sebagaimana ditunjukkan Drone Emprit menjadi faktor penyebab turunnya elektabilitas? Diduga kuat, iya. Meskipun tak ada faktor tunggal yang mempengaruhi naik-turun elektabilitas, tetapi sentimen negatif media sosial memiliki pengaruh besar terhadap persepsi. Sementara kita tahu, pengukuran elektabilitas selalu didasarkan pada opini publik yang terbentuk, salah satunya karena persepsi.

Penulis : Zaki Amrullah


KOMENTAR

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!


BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
12:17
JERMAN AKAN MENGGUNAKAN PENGOBATAN ANTIBODI EKSPERIMENTAL SEPERTI YANG DIBERIKAN KEPADA DONALD TRUMP   TEXAS MENUNTUT PRESIDEN AS JOE BIDEN UNTUK MENGHENTIKAN 100 HARI MORATORIUM SOAL DEPORTASI   TEKAN ANGKA KASUS KORONA, PRESIDEN AS JOE BIDEN MELARANG MASUK WNA DARI 30 NEGARA   WHO BERI PENGAKUAN KE MADINAH, ARAB SAUDI, SEBAGAI SALAH SATU KOTA TERSEHAT DI DUNIA   PRESIDEN MEKSIKO ANDRES MANUEL LOPEZ OBRADOR POSITIF TERINFEKSI COVID-19   RUMAH KETUA KPU YAHUKIMO, PAPUA, YESAYA MAGAYANG, DIBAKAR OLEH ORANG TAK DIKENAL   BAKAMLA TANGKAP 2 KAPAL MOTOR TANKER BERBENDERA ASING DI UJUNG PERAIRAN KEPULAUAN RIAU   BNN TANGKAP 2 WARGA BANYUASIN, SUMSEL, YANG MEMBAWA 171 KG SABU DAN PULUHAN RIBU EKSTASI DI PERAIRAN MUARA TELANG   PEMKAB GUNUNG KIDUL, DIY, TARGETKAN DANA DESA RP 144 MILIAR DICAIRKAN PADA FEBRUARI 2021   POLDA METRO JAYA TARGETKAN ADANYA PENAMBAHAN 100 KAMERA TILANG ELEKTRONIK PADA TAHUN INI   DITLANTAS POLDA METRO JAYA: 50 KAMERA TILANG ELEKTRONIK BAKAL DIPASANG DI JALUR TRANSJAKARTA DAN TOL   GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN AKAN PERKUAT SATGAS COVID-19 TINGKAT RW GUNA MENEKAN KASUS KORONA DI TINGKAT KELUARGA   PENGGALI MAKAM DI TPU BAMBU APUS, JAKTIM, DITAMBAH SEIRING LONJAKAN KEMATIAN AKIBAT COVID-19   PEMPROV DKI JAKARTA BERENCANA AKAN MENAMBAH 1.941 TEMPAT TIDUR ISOLASI PASIEN COVID-19