Kompas TV nasional berita kompas tv

Jelang Tahun Ajaran Baru, Nadiem: Kesehatan Guru & Siswa Prioritas Utama

Selasa, 16 Juni 2020 | 16:01 WIB

KOMPAS.TV - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, telah menetapkan Bulan Juli mendatang sebagai waktu dimulainya tahun ajaran baru 2020-2021.

Namun belajar tatap muka di kelas,hanya diizinkan digelar di wilayah zona hijau Covid-19 dan pembukaannya dilakukan bertahap.

Keputusan dimulainya tahun ajaran baru, 2020-2021 diumumkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim, 15 Juni kemarin.

Meski tahun ajaran baru telah ditetapkan, bukan berarti kegiatan belajar-mengajar di kelas, atau tatap muka otomatis digelar. Ada sejumlah syarat yang ditetapkan.

Ada 4 syarat, untuk dimulainya pembelajaran tatap muka yaitu Kabupaten, Kota harus zona hijau. Pemerintah daerah harus setuju. Sekolah harus memenuhi semua daftar periksa dan siap pembelajaran tatap muka. Dan yang utama,orangtua murid setuju pembelajaran tatap muka.

Nadiem menegaskan, selama pandemi belum berakhir. Keselamatan dan kesehatan pelaku serta peserta didik beserta keluarga mereka jadi prioritas utama.

Berdasarkan data Kemendikbud dan keputusan bersama 4 Menteri, saat ini 94% peserta didik, berada di zona kuning, oranye dan merah,yang tersebar di 429 kabupaten kota dan hanya 6 persen saja, peserta didik di zona hijau dalam 85 kabupaten kota.

Untuk zona hijau, pembelajaran tatap muka tetap dilakukan bertahap.

Ditahap awal, belajar di kelas hanya untuk tingkat SMP, SMA,Madrasah dan yang sederajat. Paling cepat digelar bulan Juli 2020.

Kemudian menyusul tingkat SD, Madrasah Ibtidaiyah, SLB,dan Sederajat 2 bulan kemudian, yakni di bulan September 2020.

Dan paling akhir, paling cepat bulan November 2020 untuk tingkat Paud dan taman kanak-kanak.
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:47
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA