Kompas TV nasional sapa indonesia

Tahun Ajaran Baru Mulai Juli, PGRI: Utamakan Penyediaan Infrastruktur Digital

Senin, 15 Juni 2020 | 22:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) memastikan bahwa jadwal dimulainya pembelajaran tahun ajaran 2020/2021 tidak mengalami perubahan, yakni tetap di bulan Juli 2020.

94 persen sekolah di Indonesia masih harus menerapkan metode pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah.

Hanya 6 persen saja sekolah yang sudah diperbolehkan beroperasi dengan metode belajar tatap muka.

Ketua Pusat Kajian Kebijakan Pendidikan Nasional Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ace Suryadi memberikan evaluasi terkait apa yang selama 3 bulan ini telah diterapkan pemerintah yakni belajar di rumah.

Ia menegaskan bahwa infrastruktur adalah hal yang sangat penting untuk disiapkan.

"Yang penting adalah bagaimana kita menyiapkan infrastruktur, tidak perlu infrastruktur yang besar lah. Infrastruktur yang sifatnya perangkat-perangkat digital yang bisa digunakan anak-anak. Selama ini kan anak-anak merasa kesulitas. Jangankan handphone, pulsanya aja mereka mengalami kesulitan," katanya.

Evaluasi yang cukup memilukan, Ace Suryadi mengatakan jika murid tak mendapat bimbingan secara maksimal dalam proses belajar.

"Cara belajar mereka itu adalh hanya menempatkan guru sebagai pemberi tugas dan anak-anak mengerjakan tugas di rumah masing-masing. Mungkin tanpa bantuan tanpa bimbingan apapun," tambahnya.

Untuk itu ia menegaskan jika tak boleh ada siswa yang belajar secara mandiri di rumah.

Lalu apa saja yang menjadi kunci sukses metode belajar jarak jauh di tengah pandemi di tahun ajaran baru ini serta apa saja cara efektif terapkan protokol kesehatan di setiap sekolah yang sudah boleh beraktivitas

Simak dialog bersama dengan Ketua Pusat Kajian Kebijakan Pendidikan Nasional Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Ace Suryadi, serta Epidemiolog dari Griffith University, Dicky Budiman.

Editor : Reny Mardika



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
04:04
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA