Kompas TV klik360 cerita indonesia

Polisi Dalami Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Tangerang

Jumat, 12 Juni 2020 | 15:13 WIB

JAKARTA, KOMPASTV - Pasca peristiwa pembunuhan anak yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Polisi telah memeriksa sebanyak empat orang saksi terkait peristiwa tersebut.

"saat ini kami telah memeriksa empat orang saksi namun masih terkendala pada istri karena traumatis"ujar AKP Ivan Adhitira - Kasat Reskrim Polres Kota Tangerang

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara polisi masih mendalami motif pembunuhan ayah gantung diri dan membunuh dua putranya dan menunggu hasil autopsi pihak rumah sakit.

Suasana duka masih tampak di kediaman kerabat ibu dari dua anak yang menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh suami yang tak lain adalah ayah kandung kedua korban.

Kerabat serta tetangga silih berganti berdatangan untuk menyatakan bela sungkawa. 

Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan sejumlah saksi diketahui pelaku sempat terlibat pertengkaran hebat dengan sang istri sebelum peristiwa naas itu terjadi.

Pihak kepolisian sampai saat ini masih mendalami motif pasti dibunuhnya dua anak dan gantung diri pelaku karena penyidik belum meminta keterangan istri dan keluarga korban dan masih menunggu hasil autopsi rumah sakit.

Sebelumnya warga kampung Sukamantri, Desa Gembong, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang digegerkan dengan penemuan mayat yang terdiri atas ayah dan dua anaknya yang masih berusia 14 tahun dan 3 tahun didalam rumahnya. 

Diduga sang ayah nekat menghabisi nyawa kedua anaknya setelah terlibat pertengkaran hebat dengan sang istri sebelum akhirnya memutuskan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Editor : Theo Reza



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
13:17
TIONGKOK TANGGUHKAN PERJANJIAN EKSTRADISI ANTARA HONG KONG DAN SELANDIA BARU   MENLU LEBANON NASSIF HITTI MENGUNDURKAN DIRI SEBAGAI BENTUK PROTES KEGAGALAN PEMERINTAH DI TENGAH KRISIS EKONOMI   PEMERINTAH LELANG SURAT BERHARGA SYARIAH NEGARA (SBSN) ATAU SUKUK UNTUK CARI DANA SEGAR HINGGA RP 8 TRILIUN   MENDAGRI INDIA AMIT SHAH MENGUMUMKAN DIRINYA POSITIF TERINFEKSI KORONA MELALUI MEDIA SOSIAL   HARI INI, BARESKRIM POLRI BERENCANA PERIKSA PENGACARA DJOKO TJANDRA, ANITA DEWI KOLOPAKING   IKATAN AHLI KESEHATAN MASYARAKAT INDONESIA MEMPREDIKSI KASUS POSITIF KORONA TEMBUS 2.000 PER HARI   HINGGA 4 AGUSTUS 2020, JUMLAH PASIEN POSITIF KORONA DI SECAPA AD DARI 1.308 BERKURANG MENJADI 188 ORANG   DINAS KEHUTANAN SUMSEL MENCATAT 20 PERSEN HUTAN BAKAU DALAM KONDISI KRITIS KARENA AKTIVITAS MASYARAKAT   KEMENRISTEK MINTA MASYARAKAT HATI-HATI CERMATI ISU PENEMUAN OBAT HERBAL UNTUK CEGAH COVID-19 OLEH HADI PRANOTO   AZAS NAINGGOLAN: GANJIL-GENAP DORONG MUNCULNYA KLASTER TRANSMISI COVID-19 KE TRANSPORTASI PUBLIK   PENGAMAT TRANSPORTASI AZAS NAINGGOLAN NILAI GANJIL-GENAP TAK BISA MENEKAN MOBILITAS WARGA DI TENGAH PANDEMI   KEMENKES IMBAU TOKOH PUBLIK TAK MENYAMPAIKAN INFORMASI TERKAIT COVID-19 YANG MENIMBULKAN PRO KONTRA DI MASYARAKAT   BARESKRIM BELUM TERIMA SURAT KUASA OTTO HASIBUAN SEBAGAI PENGACARA TERPIDANA KASUS "CESSIE" BANK BALI DJOKO TJANDRA   KUASA HUKUM EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN: ALASAN JAKSA TOLAK PERMOHONAN "JUSTICE COLLABORATOR" TAK BERDASAR