HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Yang Sebenarnya Terjadi Terhadap Penanganan Pasien PDP, Hingga Keluarga Bawa Kabur Jenazah

Sabtu, 6 Juni 2020 | 20:45 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dalam seminggu terakhir, viral beberapa video yang memperlihatkan aksi membawa kabur jenazah dari rumah sakit di wilayah Sulawesi Selatan.

Aksi nekat ini disebakan, keluarga menolak jika kematian anggota keluarganya langsung divonis karena Covid-19.

Putri dari almarhumah Nurhayani Abram umur 48 tahun ini, tak terima ibunya dimakamkan dengan protokol Covid-19. 

Keluarga marah, karena ibunya meninggal sebelum keluar hasil tes Swab, yang ternyata negatif. 

Pihak keluargapun berencan akan menggugat Gugus Tugas Covid-19 wilayah provinsi Sulawesi Selatan.

Sementara itu, keributan antara keluarga dan pihak rumah sakit terekam kamera warga di sekitar rumah sakit Labuang Baji Makassar.

Mereka adalah keluarga almarhum Muhammad Yunus, yang meninggal Jumat pagi lalu.

Keluarga berdebat dengan pihak rumah sakit, dan akhirnya membawa kabur jenazah keluarga mereka dengan menggunakan keranda jenazah rumah sakit.

Jenazah atas nama Muhammad Yunus, masuk ke Rumah Sakit Labuang Baji pada Kamis 4 JUNI, dengan keluhan sesak di dada. 

Sesuai dengan standar operasional, rumah sakit melakukan pemeriksaan dan hasil test laboratorium menunjukkan pasien terindikasi Covid-19.

Aksi bawa kabur jenazah juga terjadi di rumah sakit khusus daerah Dadi, Makassar, Sulawesi Selatan.  

Sejumlah orang mengambil paksa, jenasah "Pasien Dalam Pengawasan" , di ruang ICU rumah sakit.

Menurut pihak rumah sakit, peristiwa tersebut, terjadi pada Rabu 3 Juni lalu.
 
 

Editor : Merlion Gusti



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:47
KEMENKOP UKM MINTA PARA UMKM DI SEKTOR PERTANIAN BISA MEMANFAATKAN RUANG DIGITALISASI ATAU GO DIGITAL   MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: PEMBELAJARAN JARAK JAUH BISA DITERAPKAN PERMANEN SETELAH PANDEMI KORONA SELESAI   MENKEU SRI MULYANI SEBUT PENYALURAN PROGRAM KREDIT MODAL KERJA UNTUK UMKM BISA MENCAPAI RP 100 TRILIUN   MENAKER IDA FAUZIYAH AKAN MEMBANGUN DUA BALAI LATIHAN KERJA UNTUK KOMUNITAS PERFILMAN   TOLAK RUU HIP, SEJUMLAH MAHASISWA DARI BERBAGAI UNIVERSITAS GELAR UNJUK RASA DI DEPAN ISTANA KEPRESIDENAN BOGOR   BARESKRIM POLRI TANGKAP TERSANGKA PERETAS 1.309 SITUS PEMERINTAH DAN SWASTA DI SLEMAN, YOGYAKARTA   MENTERI PUPR BASUKI HADIMULJONO SEBUT PENDANAAN MERUPAKAN KENDALA UTAMA PEMBANGUNAN TOL TRANS-SUMATERA    TIONGKOK TARIK PASUKAN DARI PERBATASAN INDIA SETELAH SEMPAT TERJADI BENTROKAN MILITER KEDUA NEGARA   HAMPIR 1,2 JUTA ORANG DI WILAYAH SELATAN KYUSHU, JEPANG, DIMINTA EVAKUASI MANDIRI AKIBAT HUJAN LEBAT   PENYELENGGARA PIALA DUNIA 2022 AKAN BERHENTIKAN SEJUMLAH KARYAWAN DI TENGAH KRISIS EKONOMI AKIBAT PANDEMI   POLISI PERIKSA 7 SAKSI TERKAIT KASUS PEMBONGKARAN PAKSA PETI JENAZAH PASIEN KORONA OLEH WARGA DI JENEPONTO, SULSEL   PEMERINTAH MENYATAKAN AKAN FOKUS KE PROVINSI YANG ALAMI PENINGKATAN ANGKA POSITIF KORONA   SEBANYAK 11 TENAGA MEDIS DI BANTAENG, SULSEL, POSITIF KORONA DIDUGA TERTULAR SAAT MERAWAT PASIEN   KOMNAS PEREMPUAN: PEMERINTAH LEBIH KEDEPANKAN ASPEK EKONOMI DIBANDING PERSPEKTIF HAM DALAM PENANGANAN KORONA