Kompas TV regional berita daerah

Peti Mati Di Pos Penjagaan

Kamis, 4 Juni 2020 | 15:45 WIB

MINAHASA, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Minahasa Sulawesi Utara,  kini gencar melakukan pemeriksaan kesehatan di pos pembatasan orang di perbatasan Kabupaten Minahasa dan  Kabupaten Minahasa Selatan. Petugas pos setempat  sengaja meletakan satu  peti mati di samping pos guna mengingatkan warga untuk terus berada dirumah saja dan menerapkan  protokol kesehatan.

Setiap pos memiliki kreasi sendiri untuk membuat warga lebih paham akan ancaman COVID-19. Salah satunya yang dilakukan di pos penjagaan di Desa Tombasian Kabupaten Minahasa. Selain rutin memeriksa setiap pengedara, petugas di pos pemeriksaan ini sengaja meletakan satu peti mati tepat dipinggiran jalan. 

Peti mati ini di letakan pos penjagaan untuk mengingatkan warga bahwa ancaman vius Corona sangat serius,  apabila tidak disiplin menjalankan protokol kesehatan berbahaya bagi keselamatan jiwa setiap orang.  Warga khususnya pengendara dan penumpang yang lewat di perbatasan diimbau  tidak dulu beraktifitas diluar rumah, selalu memakai masker dan rajin mencuci tangan. 

Disamping peti mati juga diletakkan sebuah baliho dengan tulisan peringatan berbahasa lokal ‘pilih, mo tinggal dirumah ato maso disini” yang dalam bahasa indonesia diterjemahkan ‘pilih, mau tetap dirumah atau mau di peti mati,’.  video pos penjagaan di kabupaten Minahasa ini pun sempat viral di media sosial.

Pos penjagaan di Desa Tombasian Bawah ini diisi dengan petugas gabungan yakni aparat desa, dinas perhubungan, serta  dinas kesehatan. Hal ini dilakukan  pemerintah desa sebagai langkah pencegahan COVID-19 di Sulawesi Utara, khususnya di Kabupaten Minahasa. Cara ini dianggap paling jitu untuk membuat warga takut melanggar protokol kesehatan COVID-19.

Menurut pengakuan relawan pencegahan pemberantasan covid-19 desa tombasian, adanya peti mati di pos penjagaan karena usulan dari hukumtua desa tersebut. tujuannya untuk menggugah sekaligus mengingatkan bahaya virus corona jika kita suka jalan-jalan atau suka’pontar’. Peti mati bukan untuk menakut-nakuti melainkan hanya untuk memperingatkan warga.

Pos pemeriksaan pencegahan penyebaran COVID-19 di Desa Tombasian Bawah ini mulai dimaksimalkan sejak sebulan lalu, jam operasional mulai jam 06.00 pagi hingga tengah malam. Dengan biaya operasional seadanya, pos ini maksimalmendukung program pemerintah dalam rangka memutus mata rantai penyebaran virus corona.

#kompastv #kompastvmanado #petimati #pospenjagaan

 

Editor : KompasTV Manado



BERITA LAINNYA


Berita Daerah

Jelang PILKADA Serentak 2020

Kamis, 29 Oktober 2020 | 09:35 WIB
Close Ads x
NEWSTICKER
09:46
MENDIKBUD NADIEM MAKARIM: KKN TEMATIK COVID-19 LIBATKAN 5.600 MAHASISWA DARI 200 PERGURUAN TINGGI   KLHK: KAIDAH KONSERVASI DITAATI DALAM PENATAAN SARANA DI TAMAN NASIONAL KOMODO   WAPRES MA'RUF AMIN: PERAN PEMUDA DIPERLUKAN DALAM MEMUTUS PENYEBARAN COVID-19   PEMPROV DKI WAJIBKAN PENGELOLA TEMPAT WISATA BATASI PENGUNJUNG MAKSIMAL 25 PERSEN SELAMA LIBUR PANJANG   ANTISIPASI BEGAL SEPEDA, DPRD DKI JAKARTA MINTA PEMPROV TAMBAH KAMERA PEMANTAU DI SEJUMLAH TITIK   PEMPROV JABAR MINTA PEMDA TEKAN RISIKO PENULARAN COVID-19 SEMASA LIBUR PANJANG   MENTERI BUMN ERICK THOHIR SIAP DUKUNG PELAKU UMKM DALAM INFRASTRUKTUR, PENDANAAN, DAN AKSES PASAR   KEMENTERIAN BUMN TARGETKAN REKRUT 1.000 PUTRA-PUTRI PAPUA DAN PAPUA BARAT DALAM PROGRAM PEREKRUTAN BERSAMA BUMN   KAMPANYE TATAP MUKA MASIF, BAWASLU DORONG PENGUATAN DISIPLIN PROTOKOL KESEHATAN   MENDAGRI TITO KARNAVIAN HARAP MAHASISWA IKUT SOSIALISASIKAN PENCEGAHAN COVID-19   MENDAGRI TITO KARNAVIAN: HARUS DICARI RUMUS KESEIMBANGAN UNTUK KESEHATAN DAN EKONOMI DI TENGAH PANDEMI COVID-19   PRESIDEN JOKOWI: BERSATU DAN BEKERJA SAMA KUNCI INDONESIA MAJU    KETUA BAWASLU MENGAKU KESULITAN MEREKRUT PENGAWAS TEMPAT PEMUNGUTAN SUARA (TPS) AKIBAT PANDEMI COVID-19    GUBERNUR ANIES BASWEDAN SEBUT 39 PERSEN KASUS COVID-19 DI DKI JAKARTA TERJADI DARI KLASTER KELUARGA