HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV regional berita daerah

Ganjar Pranowo : Jangan Ada Stigma Negatif Terhadap Tenaga Medis

Selasa, 2 Juni 2020 | 11:52 WIB

SEMARANG, KOMPAS.TV - Menyikapi kasus perawat yang diancam setelah memeriksa pasien positif korona, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang mengaku geram menyatakan telah melakukan konfirmasi kepada tenaga medis yang bersangkutan. Ganjar menghimbau kepada tenaga medis untuk tetap semangat bekerja di tengah pandemi korona, dan masyarakat diminta untuk mendukung kinerja tim medis untuk penanganan wabah virus korona.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan yang aneh-aneh ditengah kondisi pandemi korona, seperti mengancam tenaga medis. Dan bagi tenaga medis di UPTD Puskesmas Kedawung, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, yang mendapat ancaman diminta untuk tetap melaksanakan tugasnya melawan Covid-19, karena semua yang sudah dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Ganjar juga mendukung dan mendorong pihak kepolisian untuk menyelesaikan kasus ini, dan menindak tegas siapa pun yang melakukan ancaman atau pun intimidasi terhadap tenaga medis.

Seperti diketahui sebelumnya, pengancaman terhadap petugas medis bermula ketika ada keluarga yang anggotanya positif Covid-19, sehingga kemudian petugas kesehatan datang untuk melakukan serangkaian tes cepat kepada keluarga yang bersangkutan.

Diduga akibat dari adanya pemeriksaan medis yang dilakukan, salah satu keluarga merasa dikucilkan di lingkungannya dan warga sekitar tidak berani mendekat. Hal itu diduga, membuat pelaku mengancam dan mengintimidasi salah satu petugas puskesmas.

#GanjarPranowo #GubernurJateng #TenagaMedis

Editor : KompasTV Jateng



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
09:47
AHMAD RIZA PATRIA MINTA RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI   WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG TETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000   PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK CEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA   TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)   WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF