HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Ventilator Kendali Jarak Jauh Karya Gunadarma

Sabtu, 30 Mei 2020 | 13:43 WIB

DEPOK, KOMPAS.TV - Sekelompok periset dari Universitas Gunadarma Depok, Jawa Barat, berhasil mengembangkan ventilator yang dapat dikendalikan dari jarak jauh.

Ventilator yang diberi nama Robovent 1 dikembangkan berbasis Internet Of Things (IOT). IOT adalah teknologi yang memungkinkan benda-benda di sekitar kita terhubung dengan jaringan internet. Teknologi ini ditemukan oleh Kevin Ashton pada tahun 1999.

Dengan IOT, tenaga medis dapat memantau pasien dari jarak jauh sehingga mengurangi risiko tertular penyakit. 
Robovent 1 bekerja dengan sistem dimana udara yang disuplai akan masuk ke bagian penampungan dan langsung membantu pasien bernapas.

Selain lebih nyaman digunakan pasien, Robovent 1 mengurangi risiko kontaminasi dari ruang perawatan dan tenaga medis. Alat ini juga mengurangi dampak lecet di kulit akibat tekanan sehingga dapat digunakan lebih lama.

Ventilator karya anak bangsa ini telat berhasil lulus uji alai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPFK) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, pada 18 Mei 2020.

Yohanes Kurnia selaku ketua tim riset mengatakan, alat ini cukup efektif dan mudah untuk digunakan. Karena ukurannya yang ringkas dan bentuknya yang seperti koper, alat ini dapat dibawa tenaga medis hingga ke pelosok.

Kepala BPFK dokter Prastowo, menyambut baik penemuan tersebut. Pihaknya kini tengah melakukan pengujian lanjutan untuk segera dapat diproduksi.

Editor : aryo bimo



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:08
JAWA TIMUR JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA   WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.140 ORANG: 752 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 311 DALAM PERAWATAN    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 3.700 POSITIF, 1.718 SEMBUH, 178 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 4.738 POSITIF, 1.567 SEMBUH, 215 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 5.974 POSITIF, 2.197 SEMBUH, 200 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 12.667 POSITIF, 8.036 SEMBUH, 649 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 14.321 POSITIF, 4.996 SEMBUH, 1.053 MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 237 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 456 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 66.226 POSITIF, 30.785 SEMBUH, 3.309 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 946.054 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LABORATORIUM   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.702 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.471 ORANG