HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Risma Marah Besar! Mobil Lab Corona di Pindah ke Daerah Lain

Jumat, 29 Mei 2020 | 20:20 WIB

SURABAYA, KOMPASTV – Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini marah besar karena mobil lab PCR bantuan dari BNPB batal beroperasi di sejumlah titik di kota Surabaya.

Hal ini disampaikan Risma di halaman Balaikota Surabaya.

Ia kecewa karena mobil lab PCR tiba-tiba digeser oleh gugus tugas covid-19 Jawa Timur ke luar wilayah kota Surabaya.

Ditemui usai menerima kunjungan dari panglima komando gabungan wilayah pertahanan dua di balaikota Surabaya,

Mobil lab PCR bantuan dari BNPB yang semestinya kemarin beroperasi di rumah sakit asrama haji dan pagi tadi yang seharusnya beroperasi di kelurahan Tanah Kali Kedinding Surabaya terpaksa batal beroperasi.

Padahal ratusan warga telah menunggu untuk melakukan tes pcr.

Melalui sambungan telepon dengan salah satu anggota BNPB, Risma meluapkan kekecewaan karena gugus tugas covid-19 Jawa Timur secara tiba-tiba memindahkan operasional mobil lab pcr ke wilayah Tulungagung dan Lamongan.

Menurutnya kota Surabaya lah yang saat ini membutuhkan fasilitas mobil lab pcr tersebut untuk mempercepat tracing.

Sehingga diharapkan bisa mengendalikan penyebaran covid-19 di Kota Surabaya. Mengingat 65 persen dari jumlah kasus positif corona di Jatim berada di wilayah kota Surabaya.

Risma kecewa karena gugus tugas covid-19 jatim justru mendahulukan wilayah lain yang tidak masuk dalam kategori urgent atau darurat.

Rencananya pemerintah kota Surabaya menargetkan dalam 5 hari kedepan dapat memeriksa 2000 warganya dengan fasilitas mobil lab pcr yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat.

Editor : Theo Reza



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:06
AHMAD RIZA PATRIA MINTA RUMAH SAKIT SWASTA TAK PASANG HARGA "RAPID TEST" & "SWAB TEST" DENGAN HARGA TINGGI   WAGUB DKI JAKARTA AHMAD RIZA PATRIA DUKUNG KEMENKES YANG TETAPKAN BIAYA "RAPID TEST" RP 150.000   PENELITI PERLUDEM FADHLI RAMADHANI: TINGKAT PARTISIPASI DALAM PILKADA 2020 SULIT MENINGKAT KARENA PANDEMI KORONA   MENRISTEK BAMBANG BRODJONEGORO: KAPASITAS INDUSTRI LOKAL MASIH TERBATAS PRODUKSI ALAT TES DIAGNOSIS CEPAT KORONA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 TEGASKAN MASKER JADI KUNCI UNTUK CEGAH PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: UDARA DINGIN & RUANG TERTUTUP TINGKATKAN POTENSI PENULARAN KORONA LEWAT UDARA   IKUT JEMPUT ETY TOYYIB DI BANDARA, PIMPINAN MPR JAZILUL FAWAID JALANI TES PCR DAN DINYATAKAN NEGATIF KORONA   TENAGA KERJA INDONESIA YANG LOLOS DARI HUKUMAN MATI DI ARAB SAUDI, ETY BINTI TOYYIB, DINYATAKAN POSITIF KORONA   POLDA METRO JAYA: SATU ANGGOTA POLSEK TAMBUN MENINGGAL KARENA KORONA BERSTATUS ORANG TANPA GEJALA (OTG)   WALI KOTA SUKABUMI ACHMAD FAHMI SEBUT SEKOLAH TATAP MUKA BELUM BISA DILAKSANAKAN 13 JULI 2020   WAKIL KETUA MPR LESTARI MOERDIJAT SEBUT DISIPLIN MENJALANKAN PROTOKOL KESEHATAN HARUS JADI KEBIASAAN BARU   JUBIR PEMERINTAH ACHMAD YURIANTO AKUI DIKSI "NEW NORMAL" SALAH, GANTI DENGAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU   GUBERNUR JABAR RIDWAN KAMIL: JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DI SEKOLAH CALON PERWIRA ANGKATAN DARAT 1.200 ORANG   AHLI EPIDEMIOLOGI WINDHU PURNOMO: KASUS POSITIF KORONA MENINGKAT KARENA PELAKSANAAN TES COVID-19 SEMAKIN MASIF