HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 sisi tv

Akankah New Normal Berpotensi Picu Gelombang Kedua Virus Corona?

Jumat, 29 Mei 2020 | 15:11 WIB

JAKARTA, KOMPASTV – Presiden Joko Widodo menginstruksikan masyarakat untuk bersiap-siap melakukan new normal.

Kebijakan ini dipilih karena pemerintah ingin masyarakat bisa produktif di tengah kondisi wabah Covid-19 atau virus corona.

Jokowi menyebut, istilah new normal dengan sebutan berdamai dengan covid. Fakta menyebutkan, hingga saat ini, antivirus dari Covid-19 belum ditemukan.

Meski demikian, baru 2 bulan pelaksanaan PSBB, sejumlah sektor usaha sudah mulai merasakan dampaknya.

"Kita ingin tetap produktif tapi aman Covid. Produktif dan aman Covid," ujar Jokowi (26/5/2020), saat mengecek kesiapan new normal di Mal Summarecon Bekasi.

Baca Juga: Strategi Tri Risma Bangkitkan Perekonomian Surabaya di Era New Normal

Meski demikian, di rentang waktu yang  bersamaan, WHO mengingatkan kepada seluruh negara di dunia untuk berhati-hati dalam melakukan pelonggaran lockdown atau PSBB.

Sebab, potensi terjadinya gelombang kedua masih bisa terjadi. Belajar dari pandemi flu spanyol pada tahun 1919, virus ini justru mematikan lebih banyak orang pada gelombang kedua.

“ Virus ini bisa saja meningkat kapan saja, kita tak bisa berasumsi. Bahkan, kita bisa saja mengalami puncak kedua pada gelombang ini”, ujar Direktur Eksekutif WHO, Mike Ryan (19/5/2020).

Lalu, haruskah pemerintah melakukan new normal di tengah pandemi ini? Apakah new normal berpotensi mencegah terjadinya gelombang kedua? Atau bahkan, justru untuk mencegah terjadinya gelombang kedua? Simak Ulasannya di episode Sisi TV New Normal dan Gelombang Kedua.

Editor : Abdur Rahim



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
00:42
PERKUAT LINI SERANG, ARSENAL TERTARIK DATANGKAN PEMAIN NEWCASTLE, ALLAN SAINT MAXIMIN   MANCHESTER UNITED TERTARIK DATANGKAN PEMAIN WOLVERHAMPTON, ADAMA TRAORE   NEMANJA MATIC SEPAKAT PERPANJANG KONTRAK DI MANCHESTER UNITED HINGGA 2023   POLISI DALAMI PENGAMBILAN JENAZAH PASIEN COVID-19 DI RSUD DAYA MAKASSAR   KPK DALAMI ALIRAN UANG DALAM KASUS DUGAAN KORUPSI PENJUALAN DAN PEMASARAN PADA PT DIRGANTARA INDONESIA   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO PASTIKAN TAK ADA SELEKSI CPNS DAN PEGAWAI PEMERINTAH DENGAN PERJANJIAN KERJA TAHUN INI   MENAKER IDA FAUZIAH TEGASKAN PEMERINTAH TERUS ADVOKASI PERLINDUNGAN TENAGA KERJA INDONESIA   PANDEMI KORONA, BKSDA GARUT, JAWA BARAT, PERKETAT IZIN PENDAKIAN KE GUNUNG GUNTUR   MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN PASTIKAN PEMBUATAN SURAT IZIN PENANGKAPAN IKAN UNTUK KAPAL DI ATAS 30 GT SATU JAM   KPK EKSEKUSI TERDAKWA PENYUAP EKS KOMISIONER KPU WAHYU SETIAWAN, SAEFUL BAHRI, KE LAPAS SUKAMISKIN   KOMISI II DPR MINTA KEMENPAN RB TINGKATKAN KEMAMPUAN ASN MANFAATKAN TEKNOLOGI SELAMA BEKERJA DARI RUMAH   DISDIKPORA CATAT SEBAGIAN BESAR SD DAN SMP DI GUNUNGKIDUL, YOGYAKARTA, KEKURANGAN MURID   KETUA GUGUS TUGAS COVID-19 JAWA BARAT OPTIMISTIS KEGIATAN KEAGAMAAN DAN PENDIDIKAN CEPAT PULIH   KEMENDAGRI: KUOTA PPDB JALUR ZONASI DKI JAKARTA SUDAH SESUAI PERMENDIKBUD