HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV TALKSHOW rosi

Tepatkah Istilah New Normal Disampaikan di Masa PSBB? - ROSI (Bag3)

Jumat, 29 Mei 2020 | 00:19 WIB

Istilah new normal mulai ramai dibincangkan publik di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar yang masih berlangsung demi pencegahan virus covid-19. New normal pun akhirnya menuai pro kontra di tengah  masyarakat.
Menurut Wartawan Senior The Jakarta Post, Endy Bayuni, pemilihan waktu pemerintah untuk menyampaikan ide new normal dianggap kurang tepat,  karena dilakukan di saat pemerintah belum dapat menurunkan kurva covid-19. Selain itu Endy menambahkan konsep dari new normal juga belum jelas,sehingga terlalu dini untuk mengumumkan ide new normal.
Sementara menurut Direktur Eksekutif Indo Barometer M.Qodari, pemerintah sudah seharusnya menyampaikan gagasan new normal, dan  secara terbuka mengakui bangsa ini bukan hanya sedang melawan covid-19 tapi juga ancaman kelaparan dan kerusuhan. Hal inilah yang dinilai oleh M.Qodari belum disampaikan oleh pemerintah.
SUdah tepatkah langkah pemerintah untuk mensosialasiskan new normal di tengah PSBB dan curva covid-19 yang masih tinggi?
Selengkapnya, hanya di dialog Rosianna Silalahi bersama Andi Mallarangeng (Juru Bicara Presiden Periode 2004 – 2009), M. Qodari (Direktur Eksekutif Indo Barometer), Ade Armando (Dosen Ilmu Komunikasi UI), Prof. Ibnu Hamad (Guru Besar Ilmu Komunikasi UI), dan Endy Bayuni (Wartawan Senior The Jakarta Post) dalam Talkshow ROSI episode Komunikasi Jokowi di Masa Pandemi. Tayang 28 Mei 2020 WIB di Kompas TV Independen Tepercaya.

Jangan lewatkan dialog seru lainnya di program ROSI setiap hari Kamis pukul 20.00 WIB hanya di @kompastv. Independen Tepercaya.
Dan follow akun Instagram talkshow ROSI @rosi_kompastv juga Twitter di @Rosi_KompasTV.

#RosiKompasTV #TalkshowRosi #Rosi #KompasTV #Talkshow #KomunikasiJokowi

Editor : Novian Zainul Arifin



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
19:06
JAWA TIMUR JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA   WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.140 ORANG: 752 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 311 DALAM PERAWATAN    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 3.700 POSITIF, 1.718 SEMBUH, 178 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 4.738 POSITIF, 1.567 SEMBUH, 215 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 5.974 POSITIF, 2.197 SEMBUH, 200 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 12.667 POSITIF, 8.036 SEMBUH, 649 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 14.321 POSITIF, 4.996 SEMBUH, 1.053 MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 237 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 456 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 66.226 POSITIF, 30.785 SEMBUH, 3.309 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 946.054 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LABORATORIUM   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.702 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.471 ORANG