HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV bisnis kompas bisnis

Kemenkes Rilis Protokol New Normal di Perkantoran, Ini Beberapa Hal yang Harus Diketahui!

Rabu, 27 Mei 2020 | 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Siap-siap memasuki era kehidupan normal baru alias new normal, tak terkecuali bagi para pekerja.

Tak hanya karyawan, industri pun wajib disiplin menjalankan protokol kesehatan saat akan melangkah ke new normal, bekerja di tengah pandemi covid-19.

Kementerian Kesehatan merilis protokol tatanan normal baru di tempat kerja dan perkantoran.

Ada beberapa poin diantaranya, membentuk tim penanganan covid-19 di tempat kerja, pengaturan bekerja dari rumah, serta mewajibkan pekerja menggunakan masker, selama masa pembatasan sosial berskala besar.

Baca Juga: New Normal? 1 Keluarga di Bekasi Positif Corona, Begini Kronologinya...

Beberapa tambahan lain, saat kembali bekerja pasca PSBB adalah menerapkan physical distancing atau jaga jarak, menyediakan transportasi khusus pekerja jika memungkinkan, dan menerapkan gerakan masyarakat hidup sehat.

Kini kalangan pengusaha menunggu lampu hijau dari pemerintah untuk menjalankan tatanan normal baru.

Menurut Asosiasi Pengusaha Indonesia, kesehatan ekonomi tak bisa dikorbankan demi kepentingan jangka panjang.

Namun, hati-hati saat menentukan waktu pelaksanaan tatanan normal baru.

Indikatornya harus jelas. Ikatan Dokter Indonesia menambahkan pentingnya edukasi bagi masyarakat, agar perilakunya tak memperparah penyebaran virus.

Baca Juga: Persiapan Menghadapi New Normal Pasca-Pandemi Corona, Apa Saja Indikatornya?

 

Editor : Dea Davina



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
17:12
ATLET BADMINTON DUNIA LIN DAN MENYATAKAN PENSIUN MELALUI AKUN MEDIA SOSIAL   BPBD: SEBANYAK 9.415 WARGA MENGUNGSI AKIBAT BANJIR BANDANG YANG MELANDA PROVINSI GORONTALO    FORUM REKTOR INDONESIA MINTA PEMERINTAH TANGGUNG BIAYA INTERNET MAHASISWA & DOSEN DALAM PERKULIAHAN DARING   FSGI: PPDB MELALUI ZONASI BINA RW BERPOTENSI MUNCULKAN MASALAH BARU KARENA SEBARAN SEKOLAH TAK MERATA    FEDERASI SERIKAT GURU INDONESIA (FSGI) KRITIK PPDB JAKARTA MELALUI JALUR BINA RW YANG DIBUKA HARI INI   PRESIDEN JOKOWI MENGAJAK SELURUH PERGURUAN TINGGI LEBIH AKTIF BEKERJA SAMA DENGAN SEKTOR INDUSTRI   PRESIDEN JOKOWI MINTA SEMUA PERGURUAN TINGGI BERI PERHATIAN BESAR TERHADAP KESEHATAN MENTAL & FISIK MAHASISWA    PRESIDEN JOKOWI OPTIMITIS INDONESIA BISA JADI NEGARA BERPENGHASILAN TINGGI PADA 2045   PRESIDEN JOKOWI APRESIASI KENAIKAN PERINGKAT INDONESIA JADI NEGARA BERPENGHASILAN MENENGAH KE ATAS   WHO MEMINTA NEGARA-NEGARA TAK ABAIKAN DATA COVID-19   WAGUB AHMAD RIZA PATRIA: PEMPROV DKI GENCAR LAKUKAN TES COVID-19 DAN TELAH LAMPAUI STANDAR WHO   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA SEBUT PENGUNJUNG MAL DI JAKARTA SAAT PSBB TRANSISI HANYA 20 HINGGA 30 PERSEN   PIMPINAN DPR AKAN PANGGIL ANGGOTA KOMISI VII YANG MINTA DILIBATKAN DALAM PENYALURAN DANA CSR BUMN   MERAWAT INGATAN LEWAT CERITA BERSAMA KURATOR CERPEN KOMPAS. DAFTAR WEBINAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID