HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Viral! Ngamuk karena Ditegur Tak Pakai Masker, Polisi Bandung Ini Akhirnya Dimutasi!

Senin, 25 Mei 2020 | 22:50 WIB

BANDUNG, KOMPAS.TV - Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudi Sufahriadi memutasi Bripka HI, polisi yang ngamuk saat ditegur karena tak menggunakan masker oleh anggota Satlantas.

“Dengan berdasarkan Keputusan Kapolda Jabar Nomor : KEP/ 681/ V / 2020 tanggal 25 Mei 2020, yang bersangkutan dimutasikan dari Satlantas Polrestabes Bandung ke Yanma Polda Jabar dalam rangka pemeriksaan oleh Propam Polda Jabar,” ujar Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Saptono Erlangga melalui keterangan tertulis yang dilansir dari Kompas.com, Senin (25/5/2020).

Erlangga menyebut bahwa Kapolda tidak menoleransi arogansi oknum petugas tersebut. Kapolda pun juga meminta maaf atas tindakan yang dilakukan Bripka HI.

Perilaku yang dilakukan HI merupakan tindakan tidak terpuji yang harusnya tidak dilakukan seorang anggota Polri.

“Atas kejadian yang dilakukan oleh oknum Polri Bripka HI, Polda Jabar menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena oknum anggota Polri tersebut tidak memberikan contoh dan tauladan yang baik bagi masyarakat," ujar Erlangga.

Sebelumnya, sebuah video seorang pengendara mobil beradu mulut dengan polisi yang sedang melaksanakan tugas pemeriksaan di pos penjagaan PSBB di Kota Bandung viral di media sosial.

Dari video yang didapatkan oleh kompas.tv, tampak pengemudi mobil ditegur lantaran tak mengenakan masker.

Di potongan video lainnya, mobil yang dikendaraai pemudi itu pun mundur dan hampir saja menabrak pengendara motor di belakangnya. Berdasarkan informasi yang didapatkan, peristiwa tersebut terjadi di cek poin Kecamatan Ciparay, di depan Mapolsek Ciparay.

#Ciparay #PolisiNgamuk #Corona

Editor : Desy Hartini



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
20:29
JAWA TIMUR JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA   WNI YANG TERKENA KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.140 ORANG: 752 SEMBUH, 77 MENINGGAL DUNIA, 311 DALAM PERAWATAN    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 3.700 POSITIF, 1.718 SEMBUH, 178 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 4.738 POSITIF, 1.567 SEMBUH, 215 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 5.974 POSITIF, 2.197 SEMBUH, 200 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 12.667 POSITIF, 8.036 SEMBUH, 649 MENINGGAL DUNIA    HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 14.321 POSITIF, 4.996 SEMBUH, 1.053 MENINGGAL DUNIA   PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 237 MILIAR   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 456 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 7 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 66.226 POSITIF, 30.785 SEMBUH, 3.309 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 946.054 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 144 LABORATORIUM   HINGGA 7 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH ODP KORONA 38.702 ORANG DAN JUMLAH PDP KORONA 13.471 ORANG