HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV klik360 cerita indonesia

Menu Sagu Sep Bakar Batu Khas Merauke

Senin, 25 Mei 2020 | 08:31 WIB

MERAUKE, KOMPAS.TV - Sagu sep adalah panganan tradisional khas Merauke dengan citarasa yang gurih. Uniknya cara memasaknya dengan alat bakar batu atau barapen.

Memarut kelapa menggunakan kulit kerang atau disebut habawil menjadi langkah awal pembuatan sagu sep ala Merauke.

Selanjutnya adalah menyiapkan bumbu khas seperti bawang merah, bawang putih, jahe lengkuas dan sereh yang kemudian diblender menjadi satu.

Proses pembuatannya adalah mencampurkan tepung sagu dan kelapa hingga menjadi satu, kemudian ditambahkan daging rusa dan bumbu yang telah dihaluskan.

Kalau menginginkan rasa pedas bisa menambahkan cabe sesuai selera.

Pembuatan sagu sep selanjutnya dengan menyiapkan api untuk membakar batu berukuran sebesar kepalan tangan  yang  disebutnya tradisi bakar batu atau barapen.

Batu yang panas kemudian disusun di sekitar tumpukan alas daun pisang. Adonan sagu sep kemudian ditaruh di atas daun pisang ditutup rapat dengan daun pisang.

Daun pisang yang berisi tumpukan sagu sep dan sayuran kemudian ditindih dengan batu panas serta ditambahkan daun buus atau kulit batang pohon eucaliptus untuk menjaga uap panas tidak hilang.

Pemasakan dengan cara bakar batu atau orang merauke menyebutnya sep ini selama kurang lebih 15 hingga 20 menit.

Secara tradisi, sagu sep terbagi 3 jenis. Berdasarkan jenis isian dalam sagu sep disebut nggalamo kalau isiannya berupa daging rusa atau daging lainnya, SIU kalau isian sagu sep berupa pisang atau buah buahan, serta disebut GELUS kalau isiannya berupa ikan atau makanan laut lainnya.

Makanan ini biasanya dinikmati dengan sayuran pepaya atau kangkung ditambah secangkir teh  atau  kopi hangat. 

Editor : Sadryna Evanalia



VIDEO REKOMENDASI

BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
11:53
MERAWAT INGATAN LEWAT CERITA BERSAMA KURATOR CERPEN KOMPAS. DAFTAR WEBINAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID   HINGGA 6 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI KALIMANTAN BARAT: 339 POSITIF, 300 SEMBUH, 4 MENINGGAL DUNIA   DINKES KALIMANTAN BARAT: 68 WARGA KOTA PONTIANAK JALANI TES “SWAB” KARENA KELUAR RUMAH TIDAK MENGGUNAKAN MASKER   PEKAN DEPAN, POLISI PERIKSA LEGISLATOR PENJAMIN JENAZAH KORONA DI RSUD DAYA MAKASSAR   POLISI MENAIKKAN STATUS HUKUM KASUS PENGAMBILAN JENAZAH KORONA DI RSUD DAYA MAKASSAR KE PENYIDIKAN   PEMKOT PEKANBARU, RIAU, LAPOR POLISI SOAL DUGAAN PENCURIAN 8.800 METER KABEL LAMPU JALAN PENERANGAN UMUM   PT KAI USULKAN KE PEMERINTAH AGAR KAPASITAS PENUMPANG KRL DINAIKKAN JADI 60% GUNA KURANGI JUMLAH ANTREAN DI STASIUN   KEMENDAGRI PASTIKAN BURONAN PERKARA “CESSIE” BANK BALI, DJOKO TJANDRA, MASIH BERSTATUS WNI   KEMENDIKBUD PASTIKAN BELAJAR DARI RUMAH TIDAK AKAN PERMANEN   MENPAN RB TJAHJO KUMOLO SEBUT TIDAK ADA PENERIMAAN CPNS TAHUN 2020 DAN 2021   TERDAMPAK PANDEMI KORONA, LION AIR POTONG GAJI MANAJEMEN DAN KARYAWAN SERTA MENGURANGI KARYAWAN KONTRAK   MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN (KP) EDHY PRABOWO SIAP DIAUDIT SOAL EKSPOR LOBSTER   WAKIL DIRESKRIMUM POLDA METRO JAYA SEBUT RENCANA PENYERANGAN NUS KEI DISIAPKAN OLEH 3 PELAKU   MENSESNEG PRATIKNO SEBUT PERAYAAN KARNAVAL INTERNASIONAL PERAYAAN HUT KE-75 RI DIBATALKAN AKIBAT PANDEMI KORONA