HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional sapa indonesia

Sistem Wajib Zakat, Infaq dan Shodaqoh di Tengah Pandemi Corona

Sabtu, 23 Mei 2020 | 23:26 WIB

KOMPAS.TV - Di tengah pandemi solidaritas terhadap sesama semakin menguat.

Pemanfaatan Zakat fitrah di masa pandemi, menjadi bagian kepedulian umat Muslim dan dapat disalurkan untuk warga yang terdampak Covid-19.

Idul Fitri 1441 Hijriah, kali ini terasa berbeda bagi umat Muslim dunia, termasuk Indonesia.

Idul fitri di tengah pandemi berdampak besar dalam kehidupan sosial masyarakat.

Tidak hanya dalam aspek kesehatan, tapi juga berdampak pada ekonomi, sosial dan budaya.

Imbas pada sektor ekonomi, banyak masyarakat kehilangan penghasilan.

Solidaritas dan  kepedulian terhadap sesama pun terus muncul masyarakat, untuk saling membantu.

Presiden Jokowi menyebut, pemerintah sangat terbantu dengan banyaknya aksi solidaritas masyarakat untuk warga terdampak virus Corona.

Menyisihkan harta dengan zakat fitrah pun, bagian dari kasih sayang umat untuk sesama terdampak warga yang terdampak pandemi Covid-19.

Terkait penyaluran zakat fitrah di masa pandemi Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan fatwa, bahwa zakat fitrah dapat digunakan untuk kepentingan penanggulangan wabah corona dan dampaknya,  dengan berbagai ketentuan.

Sementara itu, Direktur Badan Zakat Nasional, Baznas menyebut, penyaluran zakat fitrah masyarakat di era pandemi, bisa dilakukan secara online.

Hal itu menjadi pilihan untuk menghindari pemberian zakat secara masif di satu lokasi, yang menyebabkan kerumunan orang.

Masa pandemi, menjadi ujian bagi rasa kemanusiaan.

Kepedulian masyarakat kepada sesama, diharapkan bisa membantu percepatan pemulihan ekonomi pasca-pandemi.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:27
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 5.439.559 POSITIF, 2.185.696 SEMBUH, 345.589 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 1.646.495 POSITIF, 366.736 SEMBUH, 97.811 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   PRESIDEN AS DONALD TRUMP MENGAKU TAK LAGI MENGONSUMSI OBAT MALARIA, HIDROKSIKLOROKUIN, UNTUK MELAWAN KORONA   KEMENKES MALAYSIA: 38 WNI DI DEPO TAHANAN IMIGRASI DI SEPANG POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 297 NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA KENDARI, SULAWESI TENGGARA, TERIMA REMISI LEBARAN   PEMKOT SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR, TETAPKAN STATUS TANGGAP DARURAT BANJIR HINGGA 4 JUNI 2020   SEBANYAK 16 PETAK TOKO DI PASAR RAYA PADANG, SUMATERA BARAT, HANGUS TERBAKAR   JUMLAH KASUS KORONA DI BENGKULU: 69 POSITIF, 9 SEMBUH, 2 MENINGGAL DUNIA   PEMKAB LEBONG, BENGKULU, TUTUP PINTU PERBATASAN HINGGA 27 MEI 2020 GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   MASA PEMBERLAKUKAN PSBB DI SURABAYA RAYA DIPERPANJANG HINGGA 8 JUNI 2020   DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI: KUALITAS UDARA JAKARTA SAAT LEBARAN 2020 JADI YANG TERBAIK SEJAK 5 TAHUN TERAKHIR   ACHMAD YURIANTO: KITA HARUS KEMBALI PRODUKTIF NAMUN TETAP AMAN DARI PENULARAN KORONA   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA, ACHMAD YURIANTO: BANYAK ANAK-ANAK YANG TERTULAR COVID-19 DARI ORANG DEWASA