HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional berita kompas tv

Lonjakan Kasus Corona Sangat Tinggi, Ahli Sebut Warga Mulai Abaikan PSBB dan Protokol Kesehatan

Jumat, 22 Mei 2020 | 14:01 WIB

KOMPAS.TV - Indonesia pada Kamis 21 Mei 2020 mencatat rekor tertinggi kasus positif corona.angka positif covid-19 harian yang nyaris menyentuh 1.000 orang dan angka total positif tembus 20.000 kasus.

Seiring kemampuan tes per hari yang diupayakan ditingkatkan oleh pemerintah, Pakar Epidemiologi menyebut lonjakan terjadi karena masyarakat beberapa pekan terakhir mengabaikan protokol kesehatan dan aturan PSBB.

Dalam sehari ada 973 orang positif corona.

Ini menjadi rekor tertinggi kasus positif harian sejak awal Maret lalu.

Lonjakan kasus positif corona, tak lepas dari meningkatnya kemampuan Indonesia melakukan tes dan pemeriksaan spesimen yang ditargetkan 10.000 spesimen per hari.

Achmad Yurianto mengatakan, hingga 21 Mei kemarin, jumlah spesimen terkait covid-19 yang diperiksa mencapai 219.975 spesimen atau naik 8.092 spesimen dibandingkan sehari sebelumnya.

Menanggapi laporan Kementerian Kesehatan, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan lonjakan besar ini salah satunya dikarenakan orang tanpa gejala yang jumlahnya juga meningkat hingga 34% dari jumlah yang terkonfirmasi positif.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, ada penambahan 973 kasus positif corona pada 21 Mei 2020, penambahan terbanyak terjadi di Jawa Timur ada 502 kasus, Jawa Barat 86 kasus, DKI Jakarta 65 kasus, Banten ada 54 kasus dan Sulawesi Selatan 34 kasus.

Selain penambahan, ada pula 4 daerah yang nihil kasus baru positif corona pada 21 Mei 2020.

Daerah itu adalah Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Tenggara.

Kepala departemen Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Tri Yunis Miko Wahyono,dalam Program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV menganalisis, lonjakan terjadi karena PSBB tidak berjalan efektifdan mulai longgar.
 

Editor : Anjani Nur Permatasari



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
10:27
KOMISI X DPR MEMINTA PEMERINTAH JAMIN AKSES TEKNOLOGI BAGI SISWA UNTUK BELAJAR DARING   WAPRES MA'RUF AMIN: TREN “MODEST FASHION” BISA MENGANGKAT PASAR DOMESTIK DAN EKSPOR INDONESIA   PRESIDEN JOKOWI: PENDIDIKAN KARAKTER PENTING UNTUK LAHIRKAN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL   TERKAIT PILKADA SAAT PANDEMI, KPU KURANGI TARGET PARTISIPASI PEMILIH JADI 77,5 PERSEN   KEMENTERIAN ESDM PASTIKAN TARIF LISTRIK PERIODE 1 JULI HINGGA 30 SEPTEMBER 2020 TAK ALAMI KENAIKAN   SATGAS REHABILITASI OPS AMAN NUSA DUA MELAKUKAN KONSELING 375.797 WARGA YANG TERDAMPAK KORONA   BARESKRIM POLRI & JAJARAN POLDA MENYATAKAN TELAH TANGANI 104 KASUS HOAKS   DINKES NTB IMBAU MASYARAKAT NTB BERUPAYA MENCEGAH DIRI, ANAK-ANAK, DAN KELUARGA DARI PENULARAN KORONA   DINKES NTB: KAPASITAS TEMPAT TIDUR PASIEN KORONA DI RUMAH SAKIT RUJUKAN & NON-RUJUKAN TERISI HAMPIR 100 PERSEN   MENKO PMK MUHADJIR EFFENDY: PRESIDEN TARGETKAN VAKSIN KORONA DIPRODUKSI AKHIR 2020   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19: DONOR PLASMA DARAH UNTUK BANTU PENGOBATAN PASIEN KORONA LAINNYA   GUGUS TUGAS PENANGANAN COVID-19 MINTA PASIEN KORONA YANG TELAH SEMBUH MENDONORKAN PLASMA DARAH   WAPRES MA'RUF AMIN: UMKM PERLU DISIAPKAN AGAR BISA BERGERAK SEUSAI PANDEMI KORONA   JAGA STABILITAS FINANSIAL DI MASA PANDEMI BERSAMA M ANDOKO. DAFTAR WEBINAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID