HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV bisnis kompas bisnis

Harga Pangan Terkerek Jelang Lebaran

Jumat, 22 Mei 2020 | 11:15 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dua hari jelang lebaran, harga pangan kembali naik.

Kali ini, bawang merah menggeser posisi cabai merah, yang sebelumnya menjadi  komoditas dengan harga paling melonjak, saat lebaran.

Seperti sudah kebiasaan, mendekati lebaran sudah pasti ada bahan pangan yang harganya naik.

Kali ini yang naik adalah bawang merah. Padahal sebelumnya bawang merah harganya terbilang stabil. 

Banjir di beberapa daerah pemasok membuat petani gagal panen.

Berdasarkan data pusat informasi harga pangan strategis nasional, selama sepekan terakhir, harga bawang merah melesat tajam.

Pekan lalu tanggal 15 Mei harga bawang merah 52.450 rupiah per kilogram.

Dan tanggal 21 Mei harga bawang merah menyentuh 63.750 rupiah per kilogram. Harga bawang merah di ibu kota, lebih tinggi lagi. 

Pekan lalu sudah menyentuh 58 ribuan rupiah per kilogram.

Dan data terakhir tanggal 20 Mei menyentuh 59.150 rupiah per kilogram.

Di pasar induk kramat jati jakarta, pedagang bercerita, kenaikan signifikan pada harga bawang merah, sudah terjadi sejak awal april, atau sebelum memasuki bulan ramadhan 2020.

Konsumen juga menyatakan, harga bawang merah kini sudah merangkak naik 2x lipat dibanding harga normal.

Selain bawang merah, komoditas daging juga membuat ibu-ibu harus mengatur pengeluaran jelang lebaran

Harga daging sapi dijual di kisaran 130.000 hingga 140.000 rupiah per kilogram, sementara harga daging ayam ras yang tadinya dijual 25.000 rupiah per ekor, kini dibandrol dengan harga 35.000 hingga 40.000 rupiah.

Masyarakat boleh bersemangat sambut lebaran, dengan tetap berbelanja untuk menyiapkan santapan, yang akan dinikmati di hari raya. 

Tapi tak boleh lupa, ada virus yang masih harus sama- sama kita lawan, lewat kedisiplinan menjalankan protokol kesehatan. 

Apalagi jika harus berada di lokasi kerumunan yang tak terhindarkan, seperti pasar tradisional.

Memenuhi kebutuhan pokok, tak bisa disingkirkan di tengah upaya melawan pandemi. 

Aturan ketat di pasar tradisional tentu harus jadi perhatian, seperti larangan tak menggunakan masker bagi pedagang maupun pembeli.
 

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
03:54
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 5.439.559 POSITIF, 2.185.696 SEMBUH, 345.589 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 1.646.495 POSITIF, 366.736 SEMBUH, 97.811 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   PRESIDEN AS DONALD TRUMP MENGAKU TAK LAGI MENGONSUMSI OBAT MALARIA, HIDROKSIKLOROKUIN, UNTUK MELAWAN KORONA   KEMENKES MALAYSIA: 38 WNI DI DEPO TAHANAN IMIGRASI DI SEPANG POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 297 NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA KENDARI, SULAWESI TENGGARA, TERIMA REMISI LEBARAN   PEMKOT SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR, TETAPKAN STATUS TANGGAP DARURAT BANJIR HINGGA 4 JUNI 2020   SEBANYAK 16 PETAK TOKO DI PASAR RAYA PADANG, SUMATERA BARAT, HANGUS TERBAKAR   JUMLAH KASUS KORONA DI BENGKULU: 69 POSITIF, 9 SEMBUH, 2 MENINGGAL DUNIA   PEMKAB LEBONG, BENGKULU, TUTUP PINTU PERBATASAN HINGGA 27 MEI 2020 GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   MASA PEMBERLAKUKAN PSBB DI SURABAYA RAYA DIPERPANJANG HINGGA 8 JUNI 2020   DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI: KUALITAS UDARA JAKARTA SAAT LEBARAN 2020 JADI YANG TERBAIK SEJAK 5 TAHUN TERAKHIR   ACHMAD YURIANTO: KITA HARUS KEMBALI PRODUKTIF NAMUN TETAP AMAN DARI PENULARAN KORONA   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA, ACHMAD YURIANTO: BANYAK ANAK-ANAK YANG TERTULAR COVID-19 DARI ORANG DEWASA