Kompas TV regional berita daerah

Cerita Difabel Penyedia Jasa Elektronik Terkena Dampak Corona, Sepi Permintaan

Senin, 18 Mei 2020 | 17:42 WIB

KOMPAS.TV - Seorang penyandang disabilitas di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, ikut menjadi salah satu yang terdampak pandemi covid-19.

Profesinya sebagai penyedia jasa elektronik, tidak bisa menutup biaya sehari sehari, lantaran permintaan jasa servis berkurang.

Keseharian Muhammad Nur Bachtiar, biasanya akan disibukkan dengan kegiatan ini, yakni servis barang-barang elektronik milik klien kliennya yang rusak.

Baca Juga: Pasar Sepi Akibat Pandemi Corona, Harga Telur Ayam Kini Ikut Merosot

Tangannya begitu terampil, karena ia sudah menjadi penyedia jasa servis elektronik, bertahun- tahun lamanya.

Namun di tengah pandemi Covid-19, permintaan jasa servis elektronik berkurang.

Ia mengaku kekurangan penghasilan.

Sayangnya, Bachtiar tidak bisa mengganti profesi pekerjaannya begitu saja.

Ia memiliki keterbatasan pada kakinya, sehingga tidak semua pekerjaan bisa ia lakukan.

Bachtiar, mengalami lumpuh pada kaki akibat polio sejak berusia satu tahun.

Baca Juga: Tergerak Hatinya, Penulis Disabilitas Ikut Berdonasi Untuk Bantu Tangani Corona

Tongkat adalah alat bantu jalan yang wajib ia gunakan untuk beraktivitas.

Dalam kondisi pandemi ini, Bachtiar mengaku mendapat bantuan bahan pokok dari pemerintah ditambah uang tunai senilai 250 ribu rupiah, kendati demikian, bantuan tersebut belum cukup menutupi tunggakan rumah kontrakannya selama tiga bulan.

Sehingga Bachtiar terus menjalankan usahanya sebagai jasa servis alat elektronik dari rumah.

Meski kondisi serba terbatas, bachtiar pantang jadi pengemis sebab baginya menjadi pengemis bukanlah perbuatan yang mulia.

Seusai lebaran, sang pemilik kontrakan menyebut, Bachtiar , istri dan anak anaknya harus meninggalkan rumah kontrakannya, karena pemilik kontrakan beralasan ingin menjual rumahnya.

Baca Juga: Arda Bocah Difabel Tampil Sukses Nyanyikan Lagu "Tatu" Didi Kempot

Kondisi ini tentu membuat Bachtiar bekerja lebih keras, dengan memberanikan diri keluar dari rumah, menggunakan sepeda motor yang dimodifikasi menjadi roda tiga untuk berkeliling mencari konsumen yang membutuhkan jasa servisnya, meski pembatasan sosial berskala besar diterapkan di Banjarmasin.

Editor : Aleksandra Nugroho



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
06:37
KEMENAG BERHARAP ARAB SAUDI MEMASUKKAN INDONESIA DALAM DAFTAR NEGARA YANG BOLEH MEMBERANGKATKAN JEMAAH UMRAH   DINYATAKAN MELANGGAR KODE ETIK, KETUA WADAH PEGAWAI KPK YUDI PURNOMO: SAYA SIAP MENERIMA KONSEKUENSI KEPEGAWAIAN   DEWAS KPK MENYATAKAN KETUA WADAH PEGAWAI KPK YUDI PURNOMO BERSALAH MELANGGAR KODE ETIK PEMBERITAAN    MENDAGRI IMBAU CAMAT DI ZONA HIJAU COVID-19 TIDAK TERLENA KARENA VIRUS KORONA MEMILIKI PENULARAN YANG SANGAT TINGGI   GUBERNUR BALI I WAYAN KOSTER KEMBALI BATASI MASYARAKAT SETELAH ADA KLASTER BARU DARI UPACARA ADAT DI BADUNG, BALI   BAWASLU: PKPU PERUBAHAN MENGATUR TAK ADA KONSER MUSIK, ULANG TAHUN PARTAI, BAZAR, PERGELARAN SENI PADA PILKADA 2020   SEBUT KPU AKAN AJUKAN PERATURAN KPU PERUBAHAN, BAWASLU: KEGIATAN YANG MELIBATKAN BANYAK ORANG DILARANG   IMIGRASI BALI MENCATAT WARGA NEGARA RUSIA TERBANYAK DIDEPORTASI SEPANJANG TAHUN 2020   WALI KOTA RAHMAT EFFENDI SEBUT TERSISA 155 DARI 727 TEMPAT TIDUR ISOLASI DI SEJUMLAH RS KOTA BEKASI   SEKDA KABUPATEN KUPANG, NTT, OBED LAHA POSITIF COVID-19    JAKSA MENILAI MANTAN DIRUT PT ASURANSI JIWASRAYA HENDRISMAN RAHIM SEBABKAN KERUGIAN NEGARA RP 16,8 TRILIUN    JAKSA PENUNTUT UMUM KEJAGUNG TUNTUT MANTAN DIRUT PT ASURANSI JIWASRAYA HENDRISMAN RAHIM HUKUMAN 20 TAHUN PENJARA   PEMKOT JAKARTA UTARA SIAPKAN 10 POMPA YANG TERSEBAR DI 6 KECAMATAN JELANG MUSIM HUJAN   BNPB SEBUT BANJIR BANDANG SUKABUMI AKIBAT SEDIMENTASI SUNGAI DAN HUJAN LEBAT