HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV kolom opini

Opini : Sepuluh Dampak Positif Virus Corona (Sebuah Opini Lepas dari Pengamatan Kehidupan)

Jumat, 15 Mei 2020 | 13:57 WIB
opini-sepuluh-dampak-positif-virus-corona-sebuah-opini-lepas-dari-pengamatan-kehidupan
Sumber : Y. Edward Horas S. “Seorang Pekerja Pemerintahan yang sedang Menjalankan WFH” (Hanyalah manusia yang mampu beradaptasi yang akan kuat bertahan dalam memenangkan pertandingan melawan COVID-19 ini.)

 

MAKASSAR, KOMPAS TV - Penyakit COVID-19 yang disebabkan oleh virus Corona telah menjadi bahan pemberitaan yang terus berulang-ulang disiarkan di seluruh penjuru negeri Indonesia, baik melalui media cetak maupun media elektronik. Bahkan penyakit COVID-19 ini sudah dinyatakan sebagai pandemi (menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, pandemi berarti wabah yang berjangkit serempak di mana-mana, meliputi daerah geografi yang luas) oleh WHO dan menjadi masalah bersama yang harus segera ditanggulangi di seluruh penjuru dunia.

Sudah menjadi sebuah kebiasaan setiap pagi, siang, maupun sore, terdengar berita dan terbaca warta mengenai pantauan jumlah penderita penyakit COVID-19, kenaikan jumlah penderita dari hari ke hari, lokasi penyebaran jumlah penderita dari satu tempat ke tempat lain, sampai kepada solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus Corona yang menyebabkan penyakit ini. Hal ini ditambah lagi dengan penyebaran berita melalui media sosial, mempercepat penambahan pengetahuan manusia tentang penyakit ini. Ada yang menanggapi secara positif berita ini dengan melihat dan terus berjuang menyebarkan solusi pencegahan penyakit ini, ada yang melihat dari sisi negatif melalui sorotan tentang jumlah kematian yang disebabkan oleh penyakit ini sehingga hanya menambah ketakutan semata dan berimbas pada potensi menurunnya tingkat imunitas tubuh, dan ada pula yang menyimaknya hanya sebagai berita biasa bahkan mampu membuat analisis yang kritis tentang penyakit ini. Memang, semua tergantung cara pandang seseorang dalam membaca berita tentang penyakit ini dan cara menanggapinya.

Pemerintah tidak tinggal diam dalam melihat masyarakatnya menderita akibat penyakit ini, terbukti dengan terus gencarnya sosialisasi pembiasaan pola hidup bersih dan sehat, aturan terkait pelaksanaan Work From Home meliputi belajar dari rumah, bekerja dari rumah, dan beribadah di rumah, pengeluaran kebijakan pembatasan sosial berskala besar atau yang familiar kita kenal dengan istilah PSBB, sampai kepada solusi bantuan kepada masyarakat terdampak meliputi bantuan sosial tunai, bantuan langsung tunai yang bersumber dari dana desa, dan lain sebagainya.

Memang harus diakui, banyak aspek kehidupan yang terdampak akibat penyakit ini. Dimulai dari yang paling kelihatan secara jelas yaitu aspek ekonomi. Banyak terdengar di sana dan di sini pemutusan hubungan kerja dari perusahaan sehingga berdampak pada bertambahnya jumlah pengangguran di negara ini. Tidak bekerjanya para kepala keluarga ini berimbas pada menurunnya kemampuan keuangan keluarga tersebut dalam memenuhi kebutuhan keluarganya, minimal dari bidang sandang, pangan, dan papan. Ya, yang terpenting dari ketiga bidang tersebut diakui adalah pangan, karena manusia tidak bisa berhenti makan, sementara sandang bisa dikenakan berulang, dan bagi yang telah memiliki tempat tinggal tidak ada masalah terkait papan. Hal ini berbeda lagi ketika dilihat dari sudut pandang seseorang yang belum memiliki tempat tinggal sendiri, semisal anak kosan ataupun kontrakan. Ada yang harus hengkang dari tempat tinggal sewaannya dan meneduh di atap rumah orang di pinggir jalan, oleh sebab ketidakmampuan mereka untuk membayar biaya sewa.

Kalau dilihat dari aspek sosial, imbas dari kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah kepada masyarakat, membentuk pola kehidupan yang baru yang mau tidak mau harus dijalani oleh masyarakat, yaitu berkurangnya frekuensi tatap muka antar orang. Masyarakat Indonesia yang telah terkenal ramah dan suka berkerumun dalam jumlah banyak harus terbiasa dengan pola kehidupan ini. Untuk sementara, tidak ada lagi kekhusyukan beribadah yang dirasakan bersama-sama ketika beribadah berjamaah di rumah ibadah, tidak ada lagi canda tawa dan gurauan antar teman pekerjaan di ruangan kantor, dan tidak ada lagi riang anak-anak sekolah ketika berolahraga bersama di sekolah. Seketika semuanya berubah, dan manusia khususnya warga negara Indonesia harus cepat beradaptasi atasnya. Ya, ini memang sebuah kenyataan yang harus dijalani demi cepat selesainya masalah penyakit virus COVID-19 di negara ini.

Di antara berbagai berita negatif yang terbentuk dari kelakuan virus Corona penyebab penyakit COVID-19 ini, penulis berusaha berpikir jernih untuk melihat adakah sisi baik yang masih bisa ditemukan di tengah carut-marutnya kondisi yang sedang terjadi. Ya, ternyata ada. Berikut sepuluh dampak positif yang penulis bisa jabarkan seperti di bawah ini:

Editor : KompasTV Makassar

1
2
3
4
5
6



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:31
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 5.439.559 POSITIF, 2.185.696 SEMBUH, 345.589 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 1.646.495 POSITIF, 366.736 SEMBUH, 97.811 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   PRESIDEN AS DONALD TRUMP MENGAKU TAK LAGI MENGONSUMSI OBAT MALARIA, HIDROKSIKLOROKUIN, UNTUK MELAWAN KORONA   KEMENKES MALAYSIA: 38 WNI DI DEPO TAHANAN IMIGRASI DI SEPANG POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 297 NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA KENDARI, SULAWESI TENGGARA, TERIMA REMISI LEBARAN   PEMKOT SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR, TETAPKAN STATUS TANGGAP DARURAT BANJIR HINGGA 4 JUNI 2020   SEBANYAK 16 PETAK TOKO DI PASAR RAYA PADANG, SUMATERA BARAT, HANGUS TERBAKAR   JUMLAH KASUS KORONA DI BENGKULU: 69 POSITIF, 9 SEMBUH, 2 MENINGGAL DUNIA   PEMKAB LEBONG, BENGKULU, TUTUP PINTU PERBATASAN HINGGA 27 MEI 2020 GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   MASA PEMBERLAKUKAN PSBB DI SURABAYA RAYA DIPERPANJANG HINGGA 8 JUNI 2020   DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI: KUALITAS UDARA JAKARTA SAAT LEBARAN 2020 JADI YANG TERBAIK SEJAK 5 TAHUN TERAKHIR   ACHMAD YURIANTO: KITA HARUS KEMBALI PRODUKTIF NAMUN TETAP AMAN DARI PENULARAN KORONA   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA, ACHMAD YURIANTO: BANYAK ANAK-ANAK YANG TERTULAR COVID-19 DARI ORANG DEWASA