Kompas TV nasional aiman

Informasi Tak Terlacak, Harun Masiku|Meninggal Buronan Kakap KPK, Meninggal Mendadak? - AIMAN (Bag2)

Senin, 11 Mei 2020 | 22:42 WIB

Keberadaan bekas calon anggota legislatif DPR dari PDI-P, Harun Masiku, masih menjadi misteri. Harun yang telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi pada 10 Januari 2020 dan berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO) belum juga ditangkap.

Baca Juga: Buronan Kakap KPK, Meninggal Mendadak? - AIMAN (Bag1)

Harun Masiku merupakan tersangka kasus suap komisoner KPU Wahyu Setiawan, sebesar Rp 600 juta untuk memuluskan rencana Harun duduk di kursi DPR RI. KPK telah melakukan OTT terhadap eks Komisioner KPU Wahyu Setiawan pada Rabu 8 Januari 2020. Dalam tangkap tangan tersebut, Harun Masiku dinyatakan tengah berada di Singapura.

Namun tak lama kemudian, Harun Masiku tertangkap kamera CCTV dari Bandara Soekarno Hatta sehari sebelumnya! Hal ini tentu membuat Harun seharusnya sudah berada di Jakarta saat OTT berlangsung.

Baca Juga: Buronan Kakap KPK, Meninggal Mendadak? - AIMAN (Bag3)

Meski diyakini sudah berada di Jakarta, namun Harun Masiku masih belum bisa ditemukan. Belakangan beredar kabar, Harun Masiku meninggal dunia. Benarkah informasi ini? Kabar ini pertama kali disampaikan dari Koordinator Masyarakat Antikorupsi (MAKI) Boyamin Saiman.

Menurut Boyamin, MAKI kerap mendapatkan informasi pergerakan dari buronan KPK, termasuk buronan kakap KPK Nurhadi. Namun tidak demikian dengan Harun. Menurutnya, Harun seperti tak terlacak dan tidak ada pergerakan aktivitas. Hal yang berbeda dari apa yang dilakukan oleh Nurhadi.

Baca Juga: Buronan Kakap KPK, Meninggal Mendadak? - AIMAN (Bag4)

Lalu apa saja bukti dan juga fakta keberadaan dua buronan kakap KPK yang masih misterius keberadaannya ini? Benarkah ada tokoh besar yang juga ikut terlibat? Saksikan selengkapnya di tayangan AIMAN dalam episode BURONAN KAKAP KPK, MENINGGAL MENDADAK? Bagian dua berikut ini.

#AIMAN #KPK #Koruptor

Editor : Novian Zainul Arifin



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
23:49
HOTLINE KBRI BEIRUT +961 3199 493   TERCATAT 1.447 WNI BERADA DI LEBANON, 1.234 DI ANTARANYA ADALAH PASUKAN KONTINGEN GARUDA   KEMENLU TERUS PANTAU DAN PASTIKAN KONDISI WNI PASCA-LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PERANCIS KIRIM 2 PESAWAT MILITER KE BEIRUT UNTUK BANTUAN PENCARIAN DAN PENYELAMATAN PASCA-LEDAKAN BESAR   SEBANYAK 300.000 PENDUDUK KEHILANGAN RUMAH AKIBAT LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   PRESIDEN LEBANON MICHEL AOUN JANJIKAN PENYELIDIKAN TRANSPARAN ATAS LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT   ISRAEL BANTAH TERLIBAT DALAM LEDAKAN DI PELABUHAN BEIRUT, LEBANON   SEBANYAK 30 TENAGA KESEHATAN RSUD SOGATEN, KOTA MADIUN, TES "SWAB" SETELAH 1 DOKTER POSITIF TERINFEKSI KORONA   BUPATI OGAN ILIR, SUMATERA SELATAN, ILYAS PANJI ALAM, SEMBUH DARI KORONA   BUKA PARIWISATA UNTUK TURIS DOMESTIK, PEMPROV BALI FOKUS BANGUN KEPERCAYAAN WISATAWAN DI TENGAH PANDEMI   PENDAKIAN GUNUNG CIREMAI DI WILAYAH KUNINGAN, JABAR, DIBUKA KEMBALI MULAI SABTU, 8 AGUSTUS 2020   KEMENDIKBUD MINTA PEMKOT BEKASI HENTIKAN SIMULASI KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR TATAP MUKA DI 6 SEKOLAH   WALI KOTA BEKASI RAHMAT EFFENDI IMBAU WARGANYA TIADAKAN LOMBA 17-AN YANG SIFATNYA MENGUNDANG KERUMUNAN   DINKES DKI JAKARTA INGATKAN MASYARAKAT UNTUK BAHU-MEMBAHU ATASI PANDEMI KORONA