HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional aiman

Kisah Pilu Keluarga Menahan Lapar 2 Hari - AIMAN (Bag2)

Senin, 27 April 2020 | 23:21 WIB

Pekan lalu di Kota Serang, Banten, ada satu keluarga yang terdampak secara ekonomi, Kholid dan Yuli beserta keempat anaknya.

Akibatnya keluarga tersebut tidak makan selama dua hari. Video keluarga ini lantas tersebar di media sosial.

Bantuan pangan mulai berdatangan, namun nahas, saat bantuan itu datang, Yuli justru tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia dalam perjalanan ke puskesmas.

Sebelumnya Yuli sempat meminta Bantuan Sosial kepada Pemerintah Kota Serang namun ditolak karena terjadi kesalahpahaman.

Benarkah Yuli meninggal akibat kelaparan? Kontroversi mencuat ramai!

Pemerintah Kota Serang membantah bahwa Yuli meninggal karena kelaparan. Menurut mereka, bantuan sosial telah diberikan ke Yuli dan keluarga, sesaat setelah video viral ramai diperbincangkan.

Namun tak lama kemudian Yuli tak sadarkan diri dan meninggal dalam perjalanan ke Puskesmas.

Menurut keterangan dari dokter Puskesmas, Yuli meninggal karena sakit jantung, dengan sebelumnya mengeluhkan sakit kepala.

Lantas adakah korelasinya? Dokter Marius Widjajarta Aktivis Dokter dari Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia mengatakan bahwa “diagnosa itu tidak nyambung !” Dokter Marius mengatakan perlu ada pemeriksaan lebih lanjut terkait hal ini, sempat dua hari tidak makan bisa menjadi akibat kematian.

Lantas apa sebenarnya penyebab kematian Yuli ? Simak selengkapnya di dalam tayangan Aiman episode Prahara di Tengah Pandemi bagian dua berikut ini.

#Aiman #VirusCorona #Corona

Editor : Novian Zainul Arifin



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
17:31
KUASAI BERAGAM TEKNIK “PUBLIC SPEAKING” BERSAMA RIKO ANGGARA. DAFTAR WEBINAR DI INSTITUTE.KOMPAS.ID    WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 1.189 ORANG: 779 SEMBUH, 93 MENINGGAL DUNIA, 317 DALAM PERAWATAN   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA BARAT: 5.310 POSITIF, 2.064 SEMBUH, 187 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TENGAH: 5.914 POSITIF, 2.115 SEMBUH, 258 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI SULAWESI SELATAN: 7.294 POSITIF, 3.162 SEMBUH, 239 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI DKI JAKARTA: 15.324 POSITIF, 9.721 SEMBUH, 706 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI JAWA TIMUR: 17.230 POSITIF, 6.961 SEMBUH, 1.247 MENINGGAL DUNIA   JAWA TIMUR JADI PROVINSI DENGAN JUMLAH KASUS POSITIF KORONA DAN MENINGGAL TERBANYAK DI INDONESIA    PEMERINTAH: DANA BANTUAN YANG MASUK UNTUK PENANGANAN KORONA SEBESAR RP 237,18 M   PEMERINTAH: ADA 1 PROVINSI DAN 8 KABUPATEN/KOTA YANG TERAPKAN PSBB   PEMERINTAH: ADA 34 PROVINSI DAN 463 KABUPATEN/KOTA YANG TERDAMPAK KORONA   HINGGA 15 JULI 2020, JUMLAH KASUS KORONA DI INDONESIA: 80,094 POSITIF, 39,050 SEMBUH, 3,797 MENINGGAL DUNIA   HINGGA 15 JULI 2020, PEMERINTAH: JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 1.122.339 SPESIMEN   PEMERINTAH: PEMERIKSAAN SPESIMEN KORONA DENGAN METODE PCR SUDAH BISA DILAKUKAN DI 161 LABORATORIUM