Kompas TV klik360 cerita indonesia

Memprihatinkan, Satu Keluarga Kelaparan Tak Makan 2 Hari Karena Dampak Corona

Minggu, 19 April 2020 | 22:56 WIB

BANTEN, KOMPASTV – Masyarakat telah merasakan dampak dari virus Covid-19 atau virus corona.

Di Banten, satu keluarga terpaksa harus kelaparan karena tidak makan selama dua hari.

Mereka adalah pasangan Kholid dan Yuli bersama empat orang anaknya.

Baca Juga: Tragis! Ibu Yuli Warga Banten Meninggal Dunia Usai 2 Hari Tidak Makan

Yuli dan Kholil tinggal di kelurahan Lontar Baru Kota Serang, Banten, bersama empat orang anaknya.

Yuli mengaku, keluarganya tak makan selama dua hari selama wabah pandemi Covid-19.

Tak ada yang dapat dilakukan, kecuali hanya berdiam diri di rumah.

Sementara itu, untuk mengganjal rasa lapar, ia mengaku hanya minum air saja.

“Sudah berapa hari nggak makan? 2 hari om. Cuma diam aja, sampai saya sedih, abah nyuruh sabar ya ma... sambil dielus elus” kata Yuli yang tak tahan membendung air mata.

Yuli mengaku, dirinya tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Padahal, sebelumnya dirinya sempat mengajukan diri sebagai penerima bantuan saat corona, namun ditolak. Dirinya dianggap masih menerima gaji dari dinas.

“Belum ada, saya udah ngajuin, kalau yang masih dapat gaji mah ga dikasih” tambahnya

Baca Juga: Keluarga Sempat Menahan Lapar Karena Tidak Memiliki Pemasukan Selama Pandemi Corona

Yuli mengaku, dirinya hanya seorang pegawai lepas yang dibayar per hari.

Dalam satu hari, ia mendapatkan upah sebesar 25 ribu rupiah.

“ jadi per hari dibayarnya. Kalau misalkan masuk 25 ribu, kalau sakit ga dikasih. Kemarin aja mertua meninggal ga masuk, dipotong”. Ujarnya.

Sementara itu, suami Yuli, Kholid bekerja sebagai pemulung.

Setiap hari, ia mencari barang bekas untuk bisa dijual kembali.

Namun, selama wabah pandemi corona ini, tak banyak yang bisa dicari.

Belum lagi, dirinya dan keluarga harus berjuang melawan pandemi.

Baca Juga: Terkuak! Ibu Rumah Tangga di Serang Meninggal Bukan Karena Kelaparan, Ini Penyebabnya

Penulis : Abdur Rahim




BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
21:00
DITLANTAS POLDA METRO JAYA TINDAK 101 KENDARAAN BERKNALPOT BISING DI SEKITAR ISTANA NEGARA, JAKARTA PUSAT   RIBUAN SISWA PAUD DAN SD DI NTT KESULITAN LAKUKAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH KARENA KETERBATASAN INFRASTRUKTUR   TENAGA AHLI UTAMA KSP DANY AMRUL ICHDAN MINTA MASYARAKAT TAK SALAH ARTIKAN SOAL BENCI PRODUK LUAR NEGERI   PENGAMAT KEBIJAKAN PUBLIK AGUS PAMBAGIO NILAI AJAKAN PRESIDEN BENCI PRODUK ASING BAHAYAKAN HUBUNGAN INTERNASIONAL   OJK: SAAT INI ADA 60 BANK WAKAF MIKRO DI INDONESIA   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BERHARAP SEPEDA JADI ALAT TRANSPORTASI MASYARAKAT DENGAN ADANYA JALUR SEPEDA PERMANEN   KEMENPAN DAN RB: BESARAN KUOTA PENERIMAAN ASN DI 2021 DITETAPKAN SEKITAR 1,3 JUTA ASN   DISHUB DKI TELAH SIAPKAN RUTE UNTUK JALUR SEPEDA PERMANEN DI RUAS JALAN JENDERAL SUDIRMAN-MH THAMRIN   WAGUB DKI AHMAD RIZA PATRIA BELUM TERIMA LAPORAN PENYALAHGUNAAN JATAH VAKSIN DI PASAR TANAH ABANG   MENKO POLHUKAM: AHY KETUM DEMOKRAT BERDASARKAN ANGGARAN DASAR/ANGGARAN RT PARTAI DEMOKRAT DI KEMENKUMHAM   WNI POSITIF KORONA DI LUAR NEGERI BERJUMLAH 3.715 ORANG: 2.868 SEMBUH, 172 MENINGGAL DUNIA, 675 DALAM PERAWATAN   PEMERINTAH: 7 MARET 2021, JUMLAH SPESIMEN KORONA YANG DIPERIKSA MENCAPAI 11.148.477 SPESIMEN   HINGGA 7 MARET 2021, JUMLAH SUSPEK KORONA DI INDONESIA MENCAPAI 67.659 ORANG   SATGAS COVID-19: JUMLAH PASIEN SEMBUH HARI INI BERTAMBAH 5.146 ORANG, TOTAL 1.194.656 ORANG