HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV kolom opini

Menuju Zaman Baru

Jumat, 10 April 2020 | 15:03 WIB
menuju-zaman-baru
Ilustrasi kota (Sumber: Pixabay)

Oleh Trias Kuncahyono

Sejarah menceritakan bahwa wabah adalah faktor kunci mundurnya Zaman Purbakala dan lahirnya Abad Pertengahan (Lester K Litte; 2007). Dengan kata lain, wabah telah menjadi salah satu unsur yang mendorong terjadi perubahan zaman.  

Wabah Justinian (terjadi di zaman Kaisar Justinius berkuasa di Kekaisaran Romawi Timur abad ke-6) menjadi titik awal kemunduran Kekaisaran Romawi—yang nantinya akan digantikan oleh Kekhalifahan Utsmaniyah (Ottoman) Turki--karena merosotnya perekonomian yang berbuntut ke pelemahan kekaisaran. 

Walter S Zapotoczny  (2006) menulis, Black Death wabah penyakit yang terjadi delapan abad setelah wabah Justinian sangat mempercepat perubahan sosial dan ekonomi selama abad ke 14 dan 15.

Selain itu juga  menjadi penyebab pecahnya pemberontakan petani di banyak bagian Eropa, seperti Perancis (pemberontakan Jacquerie, 1358) dan di Italia (pemberontakan Ciompi, 1378, yang melanda kota Florence).

Salah satu kelompok yang paling menderita adalah Gereja, yang di zaman itu sangat berpengaruh. Mereka kehilangan prestise, otoritas spiritual, dan kepemimpinan atas rakyat, ketika orang-orang beralih ke mistisisme. 

Gereja menjanjikan penyembuhan, perawatan, dan penjelasan tentang wabah itu. Mereka mengatakan itu adalah kehendak Tuhan, tetapi alasan hukuman yang mengerikan ini tidak diketahui. Orang-orang menginginkan jawaban, tetapi tidak ada jawaban. Orang-orang berdoa kepada Tuhan dan memohon pengampunan. 

Editor : Tito Dirhantoro

1
2
3
4



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
02:56
JUMLAH KASUS KORONA DI DUNIA: 5.439.559 POSITIF, 2.185.696 SEMBUH, 345.589 MENINGGAL DUNIA   JUMLAH KASUS KORONA DI AS: 1.646.495 POSITIF, 366.736 SEMBUH, 97.811 MENINGGAL DUNIA   ANGKA KASUS POSITIF DAN KEMATIAN KARENA KORONA DI AS TERTINGGI DI DUNIA   PRESIDEN AS DONALD TRUMP MENGAKU TAK LAGI MENGONSUMSI OBAT MALARIA, HIDROKSIKLOROKUIN, UNTUK MELAWAN KORONA   KEMENKES MALAYSIA: 38 WNI DI DEPO TAHANAN IMIGRASI DI SEPANG POSITIF TERINFEKSI KORONA   SEBANYAK 297 NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIA KENDARI, SULAWESI TENGGARA, TERIMA REMISI LEBARAN   PEMKOT SAMARINDA, KALIMANTAN TIMUR, TETAPKAN STATUS TANGGAP DARURAT BANJIR HINGGA 4 JUNI 2020   SEBANYAK 16 PETAK TOKO DI PASAR RAYA PADANG, SUMATERA BARAT, HANGUS TERBAKAR   JUMLAH KASUS KORONA DI BENGKULU: 69 POSITIF, 9 SEMBUH, 2 MENINGGAL DUNIA   PEMKAB LEBONG, BENGKULU, TUTUP PINTU PERBATASAN HINGGA 27 MEI 2020 GUNA CEGAH PENYEBARAN KORONA   MASA PEMBERLAKUKAN PSBB DI SURABAYA RAYA DIPERPANJANG HINGGA 8 JUNI 2020   DINAS LINGKUNGAN HIDUP DKI: KUALITAS UDARA JAKARTA SAAT LEBARAN 2020 JADI YANG TERBAIK SEJAK 5 TAHUN TERAKHIR   ACHMAD YURIANTO: KITA HARUS KEMBALI PRODUKTIF NAMUN TETAP AMAN DARI PENULARAN KORONA   JUBIR PEMERINTAH PENANGANAN KORONA, ACHMAD YURIANTO: BANYAK ANAK-ANAK YANG TERTULAR COVID-19 DARI ORANG DEWASA