Kompas TV klik360 cerita indonesia

Pelaku Pembakaran Transgender Hingga Tewas di Cilincing Ditangkap Polisi

Rabu, 8 April 2020 | 15:26 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Polsek Cilincing melakukan pengejaran terhadap pelaku pembakaran transgender di Cilincing Jakarta Utara. Dari enam pelaku, tiga tersangka berhasil ditangkap. Tiga orang lainnya masih dalam pengejaran polisi. Para pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa plastik bekas bensin, korek api, dan kayu yang masih terdapat noda darah.

Sebelumnya, aksi main hakim sendiri berakhir dengan kematian terjadi di wilayah Cilincing, Jakarta Utara. Korban yang merupakan seorang waria, dianiaya dan dibakar oleh enam orang tersangka saat diintograsi dugaan pencurian HP teman mereka.

Peristiwa bermula saat saksi berinisial KM mengadukan kehilangan hand phone usai bertemu korban berinisial MR, kepada enam orang tersangka berinisial AP, AH, PD, AB, IQ dan RT.

Dua orang tersangka kemudian menjemput korban dari rumah kontrakannya dan dibawa ke sebuah tanah lapang yang berada di wilayah tanah merdeka pada sabtu dini hari lalu.

Sesampainya di lokasi, para tersangka kemudian menganiaya korban yang tidak mau mengakui sebagai pelaku pencurian handphone. Tidak tahan dipukuli, korban yang merupakan seorang waria ini kemudian mengakui jika dirinya yang mencuri namun hp sudah di jual.

Para tersangka yang geram kemudian menyiramkan bensin yang dibeli tersangka AP dengan maksud menakut-nakuti korban. Namun tersangka PD yang memainkan korek api, tidak sengaja menyulut tubuh korban yang sudah disiram bensin, hingga korban mengalami luka bakar yang cukup parah.

Setelah api berhasil dipadamkan oleh para pelaku, korban kemudian pulang ke kontrakannya. Tetangga korban yang tidak tega melihat kondisi MR kemudian membawanya ke RSUD Koja.

Namun akibat luka bakar yang mencapai enam puluh persen korban kemudian meninggal dunia sehari kemudian. 

Editor : Sadryna Evanalia



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
03:56
PRESIDEN PERANCIS EMMANUEL MACRON RESMI JADI TUAN RUMAH KONFERENSI VIRTUAL BANTUAN UNTUK LEDAKAN DI BEIRUT, LEBANON   DIRLANTAS POLDA METRO JAYA: PELANGGAR GANJIL-GENAP DI DKI JAKARTA DITILANG MULAI SENIN, 10 AGUSTUS 2020   KORBAN DARI TERSANGKA KASUS "FETISH" KAIN JARIK INGIN PEMERINTAH SEGERA MELAKUKAN PEMBAHASAN & PENGESAHAN RUU PKS   SEKJEN PDI-P HASTO KRISTIYANTO: PILKADA 2020 AKAN JADI STIMULUS PENGGERAK DI TENGAH LESUNYA PEREKONOMIAN   INDIKATOR POLITIK INDONESIA MINTA PENYELENGGARA PEMILU AWASI CALON PETAHANA SOAL PEMBERIAN BANSOS SELAMA PANDEMI   KEMDIKBUD MEMINTA SEKOLAH TERAPKAN KURIKULUM YANG SAMA BAGI SISWA BELAJAR DI RUMAH DAN DI SEKOLAH   FSGI: KEBIJAKAN PEMERINTAH IZINKAN SEKOLAH TATAP MUKA DI WILAYAH ZONA KUNING BERPOTENSI JADI KLASTER BARU KORONA   SATGAS COVID-19 JAWA TIMUR AKAN TUNGGU WILAYAH MENJADI ZONA HIJAU SEBELUM MEMBUKA SEKOLAH TATAP MUKA   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO BERHARAP PIHAK TERKAIT PILIH ORANG YANG TEPAT UNTUK EDUKASI & SOSIALISASI MASKER   KEPALA SATGAS COVID-19 DONI MONARDO SEBUT ANGKA KESADARAN MENGGUNAKAN MASKER DI INDONESIA MASIH RENDAH   KABUPATEN KULON PROGO, YOGYAKARTA MENCATAT KASUS KEMATIAN PERTAMA AKIBAT KORONA   PENGADILAN NEGERI SURABAYA TUTUP PELAYANAN SELAMA DUA PEKAN SETELAH TUJUH ASN POSITIF KORONA   GUBERNUR SUMSEL: SEMUA PASIEN KONTAK ERAT & KASUS SUSPEK AKAN MENJALANI ISOLASI MANDIRI DI RUMAH MASING-MASING   GUBERNUR SUMSEL: MULAI 31 AGUSTUS 2020, WISMA ATLET JAKABARING PALEMBANG TAK LAGI RAWAT PASIEN KORONA