Kompas TV travel jelajah indonesia

Pasukan Gagak Kerajaan Buleleng

Senin, 6 April 2020 | 19:10 WIB

Penulis : Herwanto

BALI, KOMPAS.TV -

Pejelajahan Annisa Malati menapaktilasi kebesaran kerajaan-kerajaan Bali di masa lalu berlanjut  di Buleleng, Singaraja. Destinasi Annisa adalah Puri Agung Singaraja. Ditemani Anak Agung Biyang Ari Wilasti, Annisa mendapat uraian cerita sejarah terkait puri dan kerajaan Buleleng.

Kerajaan Buleleng didirikan pada tahun 1660 dengan raja pertamanya I Gusti Anglurah Panji Sakti atau Ki Barak Panji Sakti yang memerintah sampai tahun 1697. Raja Buleleng sendiri adalah anak dari I Gusti Ngurah Jelantik dengan seorang selir istana. Walau tergolong cukup singkat, wilayah kerajaan Buleleng dibawah pimpinan Ki Barak Panji Sakti tidak hanya wilayah Buleleng saja, tetapi juga mencapai wilayah Jembrana, Pasuruan dan Blambangan.

Kesaktian Ki Barak Panji Sakti serta senjata pusakanya, nyaris tidak ada yang berani melakukan pertentangan. Pasukan perangnya yang dikenal dengan Taruna Goak, terkenal sangat kuat dan dibentuk secara khusus, yang konon telah memiliki senjata api.

Setelah pemerintahan raja Ki Barak Panji Sakti, dilanjutkan oleh generasi berikutnya yakni Gusti Panji Gede Danudarastra, Gusti Alit Panji, Gusti Ngurah Panji, Gusti Ngurah Jelantik dan Gusti Made Singaraja.

Ketidakmampuan dari penerus Ki Barak Panji Sakti memimpin kerajaan Buleleng, menyebabkan kerajaan tersebut dikuasai kerajaan Mengwi di tahun 1732, kemudian merdeka lagi di tahun 1752, dan jatuh lagi di tangan kerajaan Karangasem di tahun 1780. Raja Karangasem saat itu I Gusti Gde Karang membangun istana di Buleleng dengan nama Puri Singaraja.

Tahun 1846 kerajaan Buleleng mendapat serangan dari pasukan kolonial Belanda. Di bawah pimpinan patih I Gusti Ketut Jelantik pasukan kerajaan dan rakyat Buleleng melakukan perlawanan sengit, walau pada akhirnya pada tahun 1849 benteng Jagaraga kerajaan Buleleng runtuh dan menjadi kekuasaan Belanda.

Salah satu Raja Buleleng yang dikenal sebagai sastrawan adalah Anak Agung Panji Tisna 1944-1950), yang masuk dalam sastrawan angkatan pujangga baru.


Sumber : Kompas TV


BERITA LAINNYA


Close Ads x