Kompas TV internasional kompas dunia

Penelitian Baru, Uji Coba Vaksin BCG Untuk Virus Corona

Jumat, 3 April 2020 | 12:28 WIB

AUSTRALIA, KOMPAS.TV - Australia dan beberapa negara di Eropa melakukan uji coba penggunaan vaksin BCG untuk mencegah infeksi lanjut yang disebabkan virus corona.

Laporan dari Associated Press menyebutkan, langkah ini diambil sejumlah peneliti, karena Eropa mulai kewalahan menghadapi banyaknya pasien akibat virus corona atau covid-19.

Sementara Australia, mengambil langkah ini karena infeksi di negara tersebut belum terlalu masif. Sehingga, uji coba vaksin diharapkan bisa menjadi langkah pencegahan di negara kangguru tersebut.

Pemerintah Australia rencananya akan mengujicobakan vaksin kepada 4.000 tenaga medis, karena mereka adalah garda terdepan dalam menangani virus corona.

Apa itu vaksin BCG?

BCG, yang merupakan singkatan dari Bacillus Calmette-Guerin, yang pertama kali dikembangkan oleh dua ilmuwan Prancis bernama Albert Calmette and Camille Guerin pada tahun 1908.

Selama ini, vaksin ini digunakan untuk mencegah TBC. Vaksin ini pertama kali digunakan untuk mencegah bayi terserang TBC pada 1921. 

Pemberian vaksin BCG pun sebenarnya bukan untuk perlindungan langsung dari virus corona. Namun para ahli percaya, vaksin ini memiliki kemampuan untuk melatih sistem kekebalan tubuh dalam merespons infeksi baru menjadi lebih kuat.

Penelitian juga menyebutkan, beberapa pasien yang positif corona pun, selama ini bisa sembuh karena imunitas mereka yang baik.

"Yang sangat menarik tentang vaksin BCG adalah bahwa selain memiliki efek perlindungan terhadap penyakit utamanya, yakni tuberkulosis, vaksin ini juga memiliki efek lain, yakno mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Dan ini menjadi garis terdepan pertahanan tubuh terhadap berbagai infeksi yang berbeda, termasuk virus," ujar Profesor Nigel Curtis, Pemimpin Studi Kelompok Penyakit Menular, di Murdoch Children's Research Institute.

Namun peneliti menyatakan, vaksin ini tidak untuk diberikan secara massal sampai nantinya diketahui hasil akhir dari vaksin ini untuk mencegah infeksi penyakit akibat virus corona.

Penulis : Laura Elvina



BERITA LAINNYA


Close Ads x
NEWSTICKER
00:30
PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE SEBUT METRO MANILA MASIH DIKARANTINA HINGGA AKHIR 2020   AMAZON WEB SERVICE BERENCANA MEMBANGUN DATA "CENTER" DI INDONESIA PADA 2021   AMAZON WEB SERVICE SEBUT INDONESIA BERPOTENSI JADI PASAR LAYANAN "CLOUD" BERSKALA BESAR   KENA OTT KPK, KEKAYAAN BUPATI BANGGAI LAUT, SULAWESI TENGAH, WENNY BUKAMO, MENCAPAI RP 5,43 M   OTT BUPATI BANGGAI LAUT WENNY BUKAMO, KPK JUGA TANGKAP PIHAK SWASTA   KAPOLRI JENDERAL IDHAM AZIS ANCAM PIDANA PIHAK YANG HALANGI PROSES HUKUM RIZIEQ SHIHAB   SATGAS COVID-19 KOTA BOGOR BELUM TERIMA HASIL TES USAP KORONA RIZIEQ SHIHAB   PGRI MENILAI HARUS ADA SANKSI BAGI GURU DAN PEGAWAI MAN 22 PALMERAH YANG BERWISATA KE YOGYAKARTA DI TENGAH PANDEMI   POLDA METRO JAYA USUT PEMBUAT VIDEO AJAKAN JIHAD DALAM AZAN YANG VIRAL DI MEDIA SOSIAL   PENYIDIK POLDA METRO JAYA AKAN JADWALKAN KEMBALI PEMANGGILAN TERHADAP TERSANGKA KASUS DUGAAN MAKAR, EGGI SUDJANA   FITRA MENILAI ANGGOTA DPRD DKI JAKARTA TAK BEREMPATI ATAS USULAN KENAIKAN GAJI DI TENGAH PANDEMI   SATGAS COVID-19 PAPUA SEBUT PEMERINTAH PUSAT KELIRU SAMPAIKAN DATA KORONA DI PAPUA KARENA MASALAH SISTEM   SATGAS COVID-19 AJAK MASYARAKAT BEKERJA SAMA KENDALIKAN ANGKA PENULARAN KORONA   SATGAS COVID-19 SEBUT MASYARAKAT KIAN ABAI TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN