HARIAN KOMPAS KOMPAS.COM KOMPASIANA.COM TRIBUNNEWS.COM KONTAN.CO.ID BOLASPORT.COM GRID.ID GRIDOTO.COM GRAMEDIA.COM KGMEDIA.ID
Kompas TV nasional kompas siang

Berantas Corona! Manusia Prioritas Nomor 1, Ekonomi Nomor 2

Kamis, 2 April 2020 | 13:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.TV - Akibat pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama, diprediksi melemah di bawah lima persen. 

Konsumsi yang biasanya jadi tulang punggung ekonomi Indonesia, berpotensi melorot.

Namun yang terpenting saat ini adalah memutus virus terlebih dulu. 

Sepi, bahkan cenderung tak ada pengunjung. 

Inilah kondisi salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta Utara, pasca imbauan untuk tetap di rumah digaungkan.

Pusat perbelanjaan pun mulai mengatur jam operasional. Dan memproyeksi, omzet akan turun drastis.  

Konsumsi, selama ini jadi tulang punggung ekonomi Indonesia. 

Namun pandemi virus corona sudah bisa dipastikan akan memukul konsumsi.

tahun lalu, konsumsi berkontribusi lebih dari 50 persen untuk pertumbuhan ekonomi

Jauh lebih tinggi dibanding konstribusi pembentukan modal tetap bruto dan ekspor barang dan jasa.

Bank Indonesia lewat survei penjualan eceran pun memproyeksi bulan Februari penjualan ritel akan melambat 1,9 persen. 

Sementara di Januari terkontraksi minus 0,3 persen.

Meski tanda perlambatan nyata, kamar dagang indonesia menilai prioritas utama saat ini adalah memutus virus terlebih dahulu, setelahnya barulah stimulus untuk merangsang ekonomi bisa dievaluasi.

Senada dengan kadin, asosiasi pengusaha Indonesia mendorong agar infrastruktur kesehatan ditingkatkan.  

Lalu bagaimana masyarakat menanggapi kondisi ini? Waspada sudah pasti, panik dijauhi. 

Masyarakat pun menantikan langkah pasti apa dari pemerintah untuk menanggulangi pandemi ini.

Manusia manusia manusia, harus jadi pilihan pertama saat ini. 

Awan kelabu ekonomi sudah pasti akan terjadi. 

Tapi untuk kondisi saat ini, ekonomi bisa dinomorduakan terlebih dulu. 

Karena tanpa manusia sehat sudah pasti ekonomi akan tambah sakit.

Editor : Merlion Gusti



BERITA LAINNYA

Close Ads x
NEWSTICKER
13:39
INGGRIS MEREVISI ANGKA KEMATIAN AKIBAT KORONA MENJADI 46.000 ORANG   JUBIR PEMERINTAH UNTUK PENANGANAN VIRUS KORONA ACHMAD YURIANTO SEBUT UPAYA PENEMUAN VAKSIN KORONA BELUM BERHASIL   KASAT LANTAS POLRES KARAWANG: KENDARAAN YANG DIMINTA PUTAR BALIK DI TOL JAKARTA-CIKAMPEK DIDOMINASI MOBIL PRIBADI   KEMENHUB PERKETAT PENGAWASAN TRANSPORTASI DARAT MENUJU JAKARTA   PEMPROV YOGYAKARTA SUSUN ATURAN PENERAPAN TATANAN NORMAL BARU   ARAB SAUDI LONGGARKAN "LOCKDOWN", MASJID NABAWI DIBUKA 31 MEI 2020   GUBERNUR DKI JAKARTA ANIES BASWEDAN SEBUT PEMBUKAAN MAL DI JAKARTA HARUS MENUNGGU HASIL EVALUASI PSBB   TANGGAPI KABAR MAL BUKA 5 JUNI 2020, GUBERNUR DKI ANIES BASWEDAN: ITU IMAJINASI, ITU FIKSI   WHO: BENUA AMERIKA JADI EPISENTRUM BARU VIRUS KORONA   PEMERINTAH HONGARIA BERENCANA MENCABUT STATUS DARURAT KORONA   JERMAN PERPANJANG ATURAN "SOCIAL DISTANCING" HINGGA 29 JUNI 2020   PRESIDEN FILIPINA RODRIGO DUTERTE TAK IZINKAN SEKOLAH BUKA SEBELUM ADA VAKSIN KORONA   KPU PREDIKSI BIAYA PILKADA 2020 MENINGKAT JIKA DIGELAR DI MASA PANDEMI KORONA   PEMPROV DKI GODOK PROTOKOL KESEHATAN UNTUK KENORMALAN BARU DI JAKARTA